Surya/

Berita Gresik

Akibat Ditabrak Truk, 2 Balita Kakinya Diamputasi, Aksi Peduli Warga Gresik ini bikin Terenyuh

Warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik dan sekitarnya gerilnya menggelar aksi sosial mengumpulkan uang untuk membantu meringankan beban warga.

Akibat Ditabrak Truk, 2 Balita Kakinya Diamputasi, Aksi Peduli Warga Gresik ini bikin Terenyuh
surya/sugiyono
AMPUTASI – Aksi relawan untuk balita yang harus diamputasi salah satu kakinya akibat tertabrak truk di Jl RE Martadinata, Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik, Minggu (12/11/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK – Warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik dan sekitarnya gerilnya menggelar aksi sosial mengumpulkan uang untuk membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah.

Salah satunya musibah menimpa keluarga Abdul Rohim (48) dan Nahya (43), warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik.

Kedua anak mereka kakinya harus diamputasi akibat terlindas ban truk kontainer.

Musibah itu menimpa Putra bungsu Naufal Afif Rebani (4,5), bersama Muhamad Danis Aniq (2,5), terpaksa diamputasi pada kaki kanan akibat tertabrak truk muatan kontainer.

Kejadian itu menimpa kedua anak ketika sedang naik mobil plastik bersama orang tua Danis.

Tiba-tiba, sampai di Jl RE Martadinata, Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik, sebuah truk muatan kontainer manabrak pohon kemudian menabrak mobil pick up dan terakhir melindas mobil-mobilan yang ditumpangi kedua anak tersebut.

Akibatnya salah satu kaki pada dua anak dibawah usia lima tahun (Balita) itu harus diamputasi karena daging dan tulang remuk.

Akibat kecelakaan itu biaya pengobatanan sudah ditanggung oleh jasaraharja dan santunan pihak perusahaan truk sebesar Rp 40 juta untuk kedua anak itu.

Namun, warga sangat kawatir terhadap biaya sekolah dan psikologis yang harus ditanggung keluarga dan anak itu. Sehingga warga dan karang taruna desa dan Kecamatan Gresik menggalang dana untuk membantu meringankan beban keluarga korban.

Padahal Ibunda Danis sudah meninggal dunia saat baru usia lima bulan. Danis selama ini hidup bersama dua kakak dan ayahnya.

Warga dan karang taruna menggalang dana untuk disalurkan kepada keluarga korban. Sedangkan Afif juga dari keluarga nelayan.

“Kita menggalang dana untuk meringankan beban dari keluarga korban tertabrak truk. Padahal santunan yang diberikan tidak akan mampu memulihkan beban spikologi dan biaya pendidikan yang harus ditanggung keluarga,” kata Achmad Chilmi (37), bapak dengan 4 anak yang juga warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik.

Untuk menggalang dana, warga membuka kotak santunan di depan Terminal Bis Pariwisata Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jl RE Martadinata.

Penggalangan dana juga dilakukan dengan pertunjukan kesenian pencak macan, menjual lampion damar kurung dan membagikan stiker.

Sampai saat ini, kedua anak tersebut masih menjalani perwatan di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

Perwatan amputasi terjadi masalah akibat daging dan tulang ada yang membusuk.
“Kemarin sudah pulang, namun ketika kontrol, ternyata ada daging yang tidak bisa menyatu sehingga kembali dibersihkan,” kata Abdul Rokhim (48), ayah Afif saat menunggu.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help