Surya/

Citizen Reporter

Telah Ditemukan 28 Penulis Cilik dari Sumenep

28 siswa sekolah dasar di Kota Sumenep inilah yang digadang-gadang bakal mengangkat Sumenep ke pelataran literasi nasional ...

Telah Ditemukan 28 Penulis Cilik dari Sumenep
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Widayanti Rose
Guru SDN Kapedi 1 Kecamatan Bluto Sumenep

SUKSES membentuk komunitas guru menulis Kabupaten Sumenep, kali ini Rumah Literasi (Rulis) merambah ke dunia literasi anak. Sasarannya adalah siswa SD se Kecamatan Kota Sumenep.

Bekerja sama dengan PGRI Kecamatan Kota Sumenep, Rulis menggelar workshop penulisan untuk siswa SD/MI, Sabtu (28/10/2017) di SDN Pandian 1 ini diikuti 28 siswa. Peserta ini merupakan delegasi yang lolos seleksi oleh pembina di masing-masing sekolah.

Dibuka dengan sambutan oleh Ketua Rulis Kabupaten Sumenep, Liliek Sobari yang menekankan pentingnya menulis sedari dini. Ia juga berbagi pengalamannya pertama kali menulis di SMP yang langsung diterbitkan di koran ternama.

Dua pemateri –Slamet Hariyanto atau S Harianto dan Widayanti–  berbagi materi di sesi workshop kepenulisan ini. Tips menulis untuk anak disampaikan S Harianto, yang karyanya malang melintang di berbagai media sejak tahun 1990an.

SHarianto menyarankan agar anak-anak menulis apa saja, di mana saja, lalu edit. Juga metode instalasi yang diperkenalkannya dengan memberikan tiga kata kunci pada masing-masing anak. Dengan ketiga kata kunci inilah, setiap anak akan membangun imajinasinya dalam menulis  cerita.

Berbeda dengan Widayanti. Penulis buku Batman Teacher ini memperkenalkan metode batumo, yaitu baca, tulis dan modifikasi kepada peserta workshop.

Metode batumo dipraktikkan lewat naskah cerita anak, lalu peserta diminta menulis kembali berdasarkan cerita yang dibaca dengan modifikasi pada nama, alur bahkan amanat yang disampaikan.

Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta. Syifa, peserta yang pernah meraih juara harapan di tingkat nasional dalam lomba menulis puisi mengatakan, "senang bisa belajar menulis bersama teman-teman dari sekolah lain dan setelah ini saya ingin membuat buku berjudul my mom is my hero."

Di akhir acara, masing-masing peserta mengumpulkan dua naskah sekaligus yang menjadi arsip panitia Rulis. Melihat semangat dan antusias siswa peserta workshop, Liliek Sobari menetapkan peserta sebagai anggota komunitas siswa menulis yang akan dibina oleh Rulis Sumenep.

"Harapannya semoga lahir karya-karya dari penulis cilik Sumenep ini yang akan memotivasi penulis lainnya untuk semangat dalam berliterasi," timpal Ali Harsojo, salah satu pendiri Rulis Sumenep.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help