Berita Magetan

Mengantuk, Guru SMP Tabrak Para PKL

Seusai menabrak sejumlah pedagang makanan kali lima, mobil baru berhenti setelah terbalik.

Mengantuk, Guru SMP Tabrak Para PKL
SURYA Online/Doni Prasetyo
Mobil Isuzu Panther AE 1819 NI milik Sigit guru SMPN 1, Parang Magetan jadi tontonan seusai menabrak motor dan dua gerobak es camcau dan batagor di Ahmad Yani, depan SMPN 3 Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Akibat mengantuk, Sigit guru SMPN 1 Parang Magetan, seruduk sejumlah pedagang kaki lima dengan mobilnya. Kejadian itu tepat di depan SMPN 3 Magetan.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas tak ayal menyebabkan Jalan Ahmad Yani sempat macet, karena sisa-sisa dari kecelakaan itu, berupa jajanan, buah buahan, batagor berserakan di sepanjang jalan.

"Awalnya, mobil itu sebelum menabrak pot bunga, gerobak es cimcau dan pedagang batagor, terlebih dahulu menabrak motor saya yang parkir, kemudian mobil terbalik karena menabrak pot bunga baru menyeruduk dua pedagang kaki lima," kata Iqbal Daga Maseli pengusaha pakaian asal Bandung ini kepada SURYA Online, Sabtu (11/11/2017).

Menurut Iqbal, mobil itu berjalan dari arah timur menuju barat kawasan Jalan Ahmad Yani dengan kecepatan relatif tinggi. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tiba tiba menikung ke arah kiri dan menabrak sepeda motor yang parkir didepan toko pakaian Bandung Fashion Jalan Ahmad Yani.

"Seusai menabrak sejumlah pedagang makanan kali lima, mobil baru berhenti setelah terbalik.
Saat ditolong warga, pengendara yang menyeruduk pedagang dan motor di parkiran ternyata masih tetap sadar dan hanya luka ringan," ujar Iqbal.

Sementara Yana, pedagang batagor asal Tasikmalaya, yang mengontrak rumah di Jalan Boliton, tidak jauh dari TKP mengaku tidak tahu bagaimana muasalnya mobil itu bisa nyeruduk gerobak yang digunakan berdagang batagor khas Bandung itu. Karena tahu tahu semua dagangan sudah berceceran.

"Kami masih nunggu pelajar SMPN 3 Magetan pulang. Jadi dagangan saya masih utuh. Begitu juga dengan Deden yang berjualan es khas Bandung. Semua dagangan saya habis, begitu juga dagangan Deden es camcau,"kata Yana.

Namun, tambah Yana, penabrak gerobak yang digunakan berdagang, sudah bersedia mengganti. Satu gerobak berserta peralatan berdagang dan iainnya, sekitar Rp 7,5 juta - Rp 8 juta.

"Untuk gerobak saya beli Rp 4 juta, peralatan berdagang dan isinnya, serta kerugian saya selama tidak berdagang total Rp 3, 5 juta sampai Rp 4 juta. Setiap hari, perolehan saya tidak kurang dari Rp 200 ribu - Rp 250 ribu,"ungkap Yana.

Komandan Patroli Polisi Lalu Lintas Polres Magetan Iptu Suyatna, sesuai keterangan pengemudi mobil warna kuning metalik AE 1819 NI itu, kecelakaan terjadi karena mengantuk.

"Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa. Padahal jika melihat barang barang yang berceceran di sepanjang jalan di TKP, tidak mengira nihil korban. Ini Pak Sigit pengemudi panther masih diperiksa di Unit Laka Lantas Polres Magetan,"kata Iptu Suyatno.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help