Surya/

Berita Gresik

Masa Tahanan Terdakwa segera Habis, Sidang Dirut PT Garam kembali Ditunda, ini Alasannya

Terdakwa Achmad Boediono Direktur Utama (Dirut) PT Garam nonaktif akan bebas masa tahanannya pekan depan.

Masa Tahanan Terdakwa segera Habis, Sidang Dirut PT Garam kembali Ditunda, ini Alasannya
surya/sugiyono
TERSENYUM - Terdakwa Achmad Boediono Dirut PT Garam nonaktif tersenyum lega usai menjalani persidangan karena masa tahanannya akan habis pekan depan, Kamis (9/11/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK – Terdakwa Achmad Boediono Direktur Utama (Dirut) PT Garam nonaktif akan bebas masa tahanannya pekan depan. Padahal proses persidangan masih tahap pembelaan penasehat hukum.

Agung Prasetyo kuasa hukum terdakwa Achmad Boediono dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik mengatakan dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Putu Mahendra mengatakan belum siap atas pembelaan terhadap kliennya.

“Karena tinggi tuntutan jaksa (Dua tahun, Red), kita masih mencari pembelaan. Apa yang membuat tuntutan itu sangat tinggi. Nanti dijawab lagi direplik oleh Jaksa. Nanti waktunya penahanan habis, tapi yang menjadwalkan sidang bukan kami penasehat hukum (PH). Kalau balas dendam tidak. Kami kemarin tidak berfikir tidak setinggi itu tuntutannya,” kata Agung usai persidangan, Kamis (9/11/2017).

Agung menambahkan, banyak pertimbangan yang harus dipersiapkan kuasa hukum dalam pledoi.

“Kalau kami melihat yuris prodensi, tuntutan tidak setinggi ini, paling lama hanya 10 bulan. Tapi ini sampai dua tahun. Sehingga mungkin ini bisa jadi yang pertama, hanya karena label pada kemasan, itu salahnya dimana?,” katanya.

Padahal kalau dilihat dari impor garam oleh PT Garam itu tidak melanggar. Tapi jaksa mempermasalahkan pada kemasan yang tertuliskan garam lokal padahal garam tersebut diimpor dari Australia.

“Ini yang kami lihat diabaikan dalam persidangan. Kalau kemarin dilihat yang memberatkan terdakwa yaitu merugikan konsumen. Konsumen itu yang mana?. Pertanyaan kami itu sama. Dari saksi ahli sampai saksi pelaor itu tidak ada yang merugikan,” katanya.

Namun, tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik belum bisa mengatakan apa-apa terkait belum siapnya kuasa hukum terdakwa Achmad Boediono.
“Tunggu Senin depan aja. Hakim menjadwalkan seperti itu,” kata Budi Prakoso usai persidangan.

Diketahui, terdakwa Achmad Boedionodituntut jaksa karena melanggar pasal9 ayat huruf a juncto ayat 62 ayat 1Undang-undang RI nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi masa tahanan.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help