Surya/

Berita Kampus Surabaya

Di Tangan 3 Mahasiswa UKWMS, Buah Duwet Bisa jadi Kosmetik Alami, begini Cara Membuatnya

Tiga mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan riset pada bahan alami(duwet)untuk membuat kosmetik.

Di Tangan 3 Mahasiswa UKWMS, Buah Duwet Bisa jadi Kosmetik Alami, begini Cara Membuatnya
surya/sulvi sofiana
KOSMETIK DUWET - Tiga mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan riset pada buah duwet untuk bahan kosmetik, Rabu (8/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kosmetik berbahan alami saat ini sedang banyak digemari. Tiga mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan riset pada bahan alami untuk membuat kosmetik.

Pilihan mereka jatuh pada duwet, bahan lokal yang mengandung antosaponin atau zat pewarna alami yang tinggi.

Dwi Augustina Sari (22) membuat lipstik cair, Fransisca Yunita Dwiwulandari (23) membuat Eye Shadow atau pewarna kelopak mata, dan Yulia Riani Letelay (22) membuat blush on atau pemerah pipi.

Ketiganya memanfaatkan ekstrak buah duwet untuk dijadikan pewarna dalam kosmetiknya.

Dwi mengungkapkan Duwet mengandung antosianin yang tinggi, yaitu 892 mg per 100 gram buah segar yang matang. Artinya buah ini memiliki potensi yang besar dalam memberikan warna alami saat dicampurkan pada berbagai bahan.

“Kami mencoba teknik ekstraksi berkali-kali, karena kamibharus menyesuaikan suhunya agar bisa menghasilkan warna merah keunguan yang ideal,”ungkap gadis kelahiran Nganjuk, 6 Agustus 1995 ini.

Untuk membuat ekstrak ini, ia dan teman-temannya menggunakan buah dengan ukuran panjang 3 sampai 3,5 sentimeter.

Buah yang sudah dipilih kemudian dicuci dan dipisahkan antara kulit, daging, dan bijinya. Kulit dan daging buah juwet selanjutnya di hancurkan menggunakan juicer dan diperas hingga diperoleh sari duwet.

Hasil sari juwet kemudian diuapkan di atas waterbath dengan kondisi suhu 40 sampai 60 derajat celcius hingga mengental.

“Kami 2 haru berturut-turut melakukan ekstraksi, jadi saat hasil ekstraksi warnanya tidak sesuai. Seperti suhu terlalu panas warnanya jadi coklat. Kami langsung mengulangnya lagi,”ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help