Ekonomi

Dapat Tugas Pengadaan Kedelai, Bulog Mulai Bangun Gudang

Setelah mendapat suntikan modal negara senilai Rp 2 triliun, Perum Bulog gencar membangun infrastruktur. Salah satunya, gudang kedelai di Sidoarjo.

Dapat Tugas Pengadaan Kedelai, Bulog Mulai Bangun Gudang
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum Bulog, Wahyu Suparyono, saat peletakan batu pertama pembangunan gudang kedelai di Sidoarjo, Rabu (8/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah mendapat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 2 triliun, Perum Bulog segera melakukan pengembangan infrastruktur pergudangan. Salah satunya adalah infrastruktur gudang baru untuk kedelai di Sidoarjo yang dibangun satu areal dengan gudang beras yang dikelola Perum Bulog Divre Jatim. 

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum Bulog, Wahyu Suparyono, mengatakan pembangunan infrastruktur gudang kedelai ini, merupakan salah satu komitmen Bulog dalam memperkuat penunjang penugasan penyerapan komoditas pangan dari pemerintah.

“Bulog merupakan operator pemerintah yang melakukan penyerapan berdasarkan penugasan dari pemerintah. Dengan adanya fasilitas gudang kedelai, di mana ada titik panen dan diperintahkan untuk menyerap kedelai, kami akan siap,” jelas Wahyu, di sela ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan gudang kedelai, Rabu (8/11/2017).

Selain di Sidoarjo, Jawa Timur, gudang penyimpanan kedelai juga akan dibangun di beberapa sentra produksi. Total ada 13 gudang yang akan dibangun.

Gudang di Sidoarjo merupakan yang pertama untuk ground breaking yang akan dilanjutkan dua gudang lagi di Jawa Tengah.

Bulog investasikan Rp 6 miliar untuk pembangunan fisik sebuah gudang kedelai dengan kapasitas 3.500 ton. Gudang di Sidoarjo dibangun di atas lahan seluas 1.792 meter persegi.

Menurut Wahyu, sejauh ini Bulog memang belum mendapat penugasan resmi dari pemerintah untuk melakukan penyerapan jagung. Kendati demikian, pemerintah telah menyusun rencana untuk dapat mencapai swasembada kedelai.

Berdasarkan dokumen rencana, groundbreaking selanjutnya sebagai realisasi PMN untuk pembangunan gudang pada lahan eksisting milik Perum BULOG di beberapa wilayah kerja Divisi Regional dan Subdivisi Regional, diantaranya yaitu Rice to Rice sebanyak tujuh unit dengan lokasi di Bandar Lampung, Subang, Klaten, Kedu (Purworejo), Jember, Pare-Pare dan Sidrap.

Kemudian gudang Kedele sebanyak 6 unit dengan lokasi di Bandar Lampung, Subang, Cianjur, Banyumas dan Surabaya Utara, atau yang berada di Sidoarjo ini.

Modern Rice Milling Plant (MRMP) terintegrasi sebanyak 5 unit dengan lokasi di Ngawi, Sragen, Jember, Pinrang dan Sumbawa. Selanjutnya, Corn Drying Center dan SILO sebanyak 3 unit dengan lokasi di Medan, Bulukumba dan Gorontalo.

Muhammad Hasyim, Kepala Perum Bulog Divre Jatim, menambahkan, pembangunan gudang
kedelai, di Komplek Pergudangan Banjar Kemantren, Buduran, Sidoarjo ini berada di pengelolaan sub divre Surabaya Utara.

"Ukurannya, lebar 30 meter dan panjang 54 meter serta tinggi 7 meter, merupakan salah satu realisasi PNM , yang direncanakan akan selesai dibangun dan dapat dioperasikan 5 bulan mendatang," kata Hasyim.

Pembangunan ini juga dalam rangka melaksanakan amanah UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres No.48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perum BULOG dalam rangka ketahanan pangan nasional.

Maka untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen serta produsen guna mewujudkan ketahanan pangan nasional, pihaknya harus dilengkapi dengan ketersediaan maupun pengembangan infrastruktur pascapanen terutama padi, jagung dan kedelai (pajale).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help