Surya/

Citizen Reporter

Bola voli Tarkam Kemantren Lamongan Ini Beraroma Pro Liga

memang hanya pertandingan antar kampung yang memperebutkan piala karang taruna desa, tapi pemainnya atlet bola voli nasional ... wuiiik ...

Bola voli Tarkam Kemantren Lamongan Ini Beraroma Pro Liga
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Agus Buchori
Cipoer Pantura Lamongan

 

KENDATI bersifat turnamen antar kampung (tarkam), turnamen bola voli piala karang taruna Buana Karya Putra Desa Kemantren memiliki aura Pro liga.

Hal ini disebabkan setiap peserta yang ambil bagian dalam turnamen ini diperbolehkan meminjam atlet bola voli sampai level liga voli nasional.

Diikuti oleh 28 tim bola voli selain dari Lamongan, juga terdapat dari beberapa daerah, mulai Gresik, Tuban, Surabaya dan Sidoarjo. Untuk meramaikan gelaran turnamen ini, sebagai pembuka panitia menghadirkan pertandingan eksibisi, yang mempertemukan tim voli putri Puslatda PON Jatim, melawan tim  voli putri Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang dimenangkan oleh tim bola voli Puslatda PON Jatim dengan skor 2-0.

Dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lamongan, Muhajir, yang mengaku bangga dengan  digelarnya turnamen bola voli ini,  meski setingkat tarkam tapi pesertanya se-Gerbangkertosusila, sehingga memancing munculnya bibit unggul pemain bola voli Lamongan khususnya dan Jawa Timur pada umumnya.

Turnamen yang digelar sejak 9 Oktober 2017 dan berakhir Kamis (26/10/2017) ini, mempertemukan Payaman Lamongan yang diperkuat beberapa pemain Samator Surabaya, Rendi Tamamilang dan Samsul melawan Serah Gresik di partai final yang dimenangkan oleh Payaman dengan tiga set langsung dan berhak atas uang pembinaan 10 juta rupiah.

Melihat ada beberapa pemain proliga, warga sekitar pun antusias menyaksikan turnamen ini setiap harinya. Bahkan pada saat partai final lokasi pertandingan harus dibuka dinding penutupnya karena penonton membludak membanjiri halaman GOR Kemantren di area lokasi makam Maulana Ishak tersebut.

Menurut, Rahman, humas panitia turnamen ini, terkejut melihat antusiasme para peserta yang masing masing berlomba mendatangkan pemain pemain terbaik nasional.

“Mungkin kondisi inilah yang membuat pertandingan selalu penuh sesak setiap harinya,” katanya.

Salah satu penonton yang duduk di samping tenda panitia, Ubaid dari Paciran, pun mengaku puas selama menyaksikan turnamen ini dan berharap tahun depan diadakan kembali.

“Kesuksesan gelaran turnamen ini tak lepas dari dukungan beberapa sponsor dan tentunya sponsor utama kami yaitu JAPFA Foundation, yang telah memberikan suntikan dana dan tentunya saya ucapakan terima kasih pada mania bola voli pantura Lamongan yang telah bersedia tertib dan akhirnya kompetisi pun berjalan lancar hingga selesai,” tambah Atok Ahmad, Ketua Panitia penyelenggaraan turnamen.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help