Berita Surabaya

10 Hari Ditahan di Polsek Tambaksari, Tersangka Pengedar Narkoba Meninggal Dunia. Kok Bisa?

Setelah 10 hari menjalani penahanan, seorang tersangka pengedar narkoba di Surabaya meninggal dunia. Kok bisa?

10 Hari Ditahan di Polsek Tambaksari, Tersangka Pengedar Narkoba Meninggal Dunia. Kok Bisa?
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Haditriyono (52), tersangka pengedar narkoba yang ditahan di Polsek Tambaksari, meninggal dunia saat dirujuk ke poliklinik Polrestabes Surabaya, Selasa (7/11/2017).

Pria yang tercatat tinggal di Jl Ploso VI, Surabaya tersebut, sebelum meninggal dunia, sudah menghuni ruang tahanan selama 10 hari. Dia ditangkap Kamis (26/10/2017) dinihari dengan barang bukti 2 ons sabu-sabu di rumahnya. 

Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno melalui Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, membenarkan meninggalnya tahanan narkoba atas nama Haditriyono.

"Tahanan itu dinyatakan meninggal saat dirujuk ke Poliklinik Polrestabes Surabaya, Rajawali. Dugaan sementara, ia meninggal dunia karena penyakit jantung koroner dan diabetes," tutur Kompol Lily.

Menurut Kompol Lily, tersangka Hadi sebelum ditangkap dan ditahan di Polsek Tambaksari sudah memiliki riwayat kedua sakit itu. Bahkan selama masa penahanan, tersangka sudah dirujuk ke Poliklinik Polrestabes Surabaya sebanyak 4 kali.

 "Sebelum ditangkap, pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) kawasan Jalan Kapasari Surabaya," tegasnya.

Berdasarkan informasi, Hadi sebenarnya sudah lama diincar polisi. Namun Hadi cukup piawai dalam mengedarkan barang terlarang itu. Pascapenangkapan, petugas menemukan tabung freon, ternyata tabung tersebut berisi SS.

Tersangka yang sudah pernah mengalami sakit yang cukup parah akhirnya kambuh. Hal itu terlihat saat tersangka diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka. Pada Sabtu (28/10) atau dua hari ditangkap, Hadi mengeluh sakit.

Penyidik akhirnya membantarkan Hadi ke rumah sakit hingga 4 kali sebelum ia meregang nyawa, pada Senin (6/11) sekitar pukul 17.00 WIB di Poliklinik Polrestabes Surabaya. 

Usai dinyatakan meninggal dunia, pihak Polsek Tambaksari menghubungi keluarga Hadi.

Atas informasi itu pihak keluarga langsung membawa jasad Hadi ke Buduran, Sidoarjo untuk dimakamkan. Hadi diketahui berasal dari Buduran. Tetapi setiap hari tinggal bersama keluarganya di Jalan Ploso VI dan almarhum bekerja sebagai tukang service kulkas. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved