Surya/

Single Focus

Kini Olahraga Bukan lagi Gaya Hidup, tetapi Kebutuhan

Ini bisa terlihat di Atlas Sports Center Surabaya yang setiap hari ramai aktivitas berolahraga.

Kini Olahraga Bukan lagi Gaya Hidup, tetapi Kebutuhan
surya/ahmad zaimul haq
Salah satu peserta latihan zumba di Atlas Sport Center Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Generasi muda atau profesional muda Kota Surabaya memiliki kegemaran mengunjungi dan menjadi member pusat kebugaran.

Ini bisa terlihat di Atlas Sports Center Surabaya yang setiap hari ramai aktivitas berolahraga.

Mereka memilih olahraga alternatif yang ditawarkan oleh pusat kebugaran yang berlokasi di Jl Dharma Husada Indah Barat III Surabaya.

Seperti Zumba, Salsa, Yoga, TRX (olahraga media tali dan beban di tubuh), fitnes dan jenis lainnya.

Ratri Shanty S, marketing executive Atlas Sports Club Surabaya menuturkan, dalam satu teahun terakhir ini animo masyarakat akan olahraga sangat luar biasa.

Mererka sudah sadar berolahraga, kendati waktunya sangat sibuk lantaran urusan pekerjaan.

"Sekarang olahraga sudah jadi kebutuhan, bukan lagi sebagai gaya hidup. Mereka kian sadar manfaat berolahraga membuat tubuh bugar dan sehat," sebut Shanty.

Menurtut Shanty, kebutuhan orang saat ini tidak hanya empat lima sempurna saja. Kini ada enam kebutuhan, satu lagi adalah kebutuhan olahraga.

Dengan meluangkan waktu memenuhi kebutuhan olahraga, tidak hanya tubuh bugar dan sehat, pikiran juga jadi fresh (sehat) dan produktif.

Altas Sport Club sendiri, kata Shanty, kini memiliki 4 ribu member aktif. Dari memeber sebanyak itu, 50 persennya atau sebanyak 2.000 member lebih merupakan kaum muda dan profesional muda.

Mereka banyak memilih jenis olahraga. Ada juga berolahraga gime, seperti bulutangkis, tenis meja atau skuos.

Jika bosan dengan olahraga gime, ada alternatif lain. Saat ini yang lagi ngetren, olahraga yoga, zumba dan TRX (olahraga pakai media tali dan bebenanya badan orang yang berolahraga).

"Itu loh, olahraga yang bergelantungan di tali-tali. Yoga dan Zumba juga sangat banyak pengemarnya, itu biasanya olahraga kelas yang didampingi instrukur," tuturnya.

Profesional muda dalam berolahraga, lanjut Shanty, bisa menghabiskan waktu 1-3 dalam satu sesi atau per hari. Soal intensitas, diserahkan ke masing-masing member.

"Kami bebas mau pertemuan berapa sesi, terserah membernya yang menentukan," ucap Shanty.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help