Surya/

Single Focus

Ciptakan Koreografi Kekinian Untuk Gaet Usia Muda Gemari Line Dance

Line Dance yang mulanya hanya diminati kalangan berusia lebih dari 40 tahun, kini mulai merambah kalangan muda.

Ciptakan Koreografi Kekinian Untuk Gaet Usia Muda Gemari Line Dance
surya/fatimatuz zahro
Suci Hariyati 

SURYA.co.id | SURABAYA - Suci Hariyati (34) instruktur line dance lover Surabaya mengatakan line dance mulanya memang banyak diminati oleh kalangan yang sudah berusia 40 tahun ke atas. Namun, ia justru punya semangat untuk mempopulerkan seni olahraga gerak dan tari ini ke kalangan muda.

Sebab selain manfaat kesehatan ada banyak juga yang bisa dimanfaatkan dari line dance. Salah satunya ia juga mengajak para anggota line dance lover Surabaya ini untuk performance.

“Sekarang mulai banyak line dance ditampilkan di acara-acara seperti untuk weeding, live music performance, kami tak jarang tampil untuk ikut meMbuat acara lebih semarak,” ucap Suci.

Konsepnya ada lima orang dancer yang biasa disebut dengan The Ladies yang merupakan professional dance yang diajak untuk mengisi acara wedding misalnya. Mereka akan disebar di antara undangan, dan begitu musik dimainkan, kelima dancer ini akan flash mop line dance.

Dikatakan Suci, dalam line dance, biasanya, anggota Line Dance Lover Surabaya akan masuk ke level-level tertentu. Mulai basic, intermediate, dan juga advance. Pelevelan itu, tergantung dari rumitnya gerakan dan tingkat kesulitan teknik.

“Dalam tiga tahun terakhir cukup banyak kalangan muda, terutama 'mamah muda' yang ikut tertarik untuk ikut line dance. Karena ringan dan tetap bisa tampil cantik dari atas sampai bawah saat melakukaan olahraga ini,” pungkas Suci.

Sebagai instruktur line dance, ia mengaku memiliki cara tersendiri agar gerakan yang ada dalam setiap latihan selalu berbeda. Bukan hanya menari, koreografi dalam line dance juga harus memperhatikan pola gerakan agar tidak menyakiti tubuh.

"Uniknya line dance ini gerakan dance tidak terpacu pada satu lagu. Karang gerakan dalam satu lagu tertentu bisa diterapkan di lagu yang lain," ucapnya.

Ia mengaku, dalam menciptakan koreografi, ada teori step sheet yang ia terapkan. Terutama teori dalam setiap langkah kaki. Sedangkan untuk lagu yang ia gunakan untuk line dance, ia mengaku semua berdasarkan mood.

"Yang jelas yang musiknya beat lebih mudah biasanya. Yang lambat, banyak yang bilang agak susah. Gerakan gerakan yang diciptakan juga lebih detail," ujarnya.

Namun, karena memang suka menari, ia mengaku tak pernah kehabisan ide. Semakin banyak berlatih, ia mengaku semakin banyak menemukan ide kareografi.

"Dan lagu yang kita pakai juga dipilih kadang yang memang kekinian saat ini," ucapnya.

Setiap harinya ia bukan hanya mengajar line dance di komunitas kelas publik saja. Namun juga ada kelas privat.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help