Surya/

Reportase dari Yaman

Imam Al-Muhajir, Keturunan Nabi yang Pertama Hijrah ke Hadhramaut

jika peziarah berdoa dan memanggil nama seseorang di lubang dekat makam Imam al-Muhajir, dengan seizin Allah SWT dia yang dipanggil akan ke Husaisah

Imam Al-Muhajir, Keturunan Nabi yang Pertama Hijrah ke Hadhramaut
yunalis abdul gani/citizen reporter
Pengunjung tak jeda menziarahi makam Imam al-Muhajir di Husaisah, Hadhramaut, Yaman 

 

Reportase Yunalis Abdul Gani
Mahasiswa Indonesia di Universitas Al Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman

 

HADHRAMAUT, salah satu provinsi di Republik Yaman, tepatnya di Yaman bagian selatan ini selain dikenal dengan padang pasirnya yang sangat luas, Hadhramaut juga dikenal sebagai bumi seribu wali dan negeri sakral.

Salah satu tempat sakral di sini adalah makam Imam al-Muhajir yang terletak di bukit Syi’ib Makdam, Desa Husaisah. Di sana terdapat bangunan putih berkubah, itulah makam Imam al-Muhajir, kakek moyang dari para wali Hadhramaut. 

Imam al-Muhajir merupakan keturunan Rasulullah SAW yang pertama menginjakkan kaki di Hadhramaut. Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali al-Uraidhi bin Ja'faras-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, suami Sayyidah Fathimah Az-zahra binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lahir tahun 260 H di Kota Bashrah, Irak.

Dibesarkan dalam keluarga mewah, kaya dan terhormat di Kerajaan Bashrah, Irak, namun Imam al-Muhajir memutuskan hijrah dari Irak manakala negeri 1001 malam itu dilanda fitnah sangat hebat dan dahsyat. Demi menyelamatkan aqidah anak cucunya, limpahan harta benda ditinggalkan begitu saja dan pergi menuju Madinah, kemudian ke Mekah dan berkeliling Yaman hingga akhirnya sampai di Hadhramaut.

Di Hadhramaut inilah Imam al-Muhajir wafat pada 345 H dan jenazahnya disemayamkan di atas bukit di Desa Husaisah. Di atas lereng bukit yang sangat tinggi. Bukit yang sangat natural klasik dan terlihat unik. Makam ini merupakan salah satu tempat sakral yang menjadi sasaran utama para pendatang untuk berziarah.

Sampai sekarang, makam Imam al-Muhajir senantiasa ramai diziarahi para ulama, pelajar dan peziarah dari mancanegara.

Salah satu hal unik ketika berkunjung mendatangi tempat ini adalah ratusan anak tangga berwarna putih kapur yang mengarah ke makam beliau. Di bawahnya dihiasi masjid berkubah dua dengan lampu bersinar hijau di kala malam menerkam. Indah sekali.

Banyak sekali keistimewaan makam Imam al-Muhajir. Di antaranya, di samping makam beliau terdapat lubang yang dipercayai warga jika peziarah berdoa dan memanggil nama seseorang di sana, dengan izin dan kuasa Allah SWT, orang yang dipanggil dapat berziarah ke Hadhramaut. Insya Allah.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help