Berita Jawa Timur

Gandeng TNI AU, Dinas Pendidikan Jatim Akan Bangun SMA Taruna Dirgantara di Madiun

Dinas Pendidikan Jatim berencana membuak SMA Taruna Dirgantara di Madiun. Begini rencananya...

Gandeng TNI AU, Dinas Pendidikan Jatim Akan Bangun SMA Taruna Dirgantara di Madiun
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur berancang-ancang menambah lagi SMA Taruna. 

Berbeda dengan Taruna Nala di Malang yang didirikan atas kerjasama dengan TNI Angkatan Laut (AL), SMAN Taruna yang akan dibangun ini akan menggandeng TNI Angkatan Udara (AU).

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan kerjasama dengan institusi TNI AU. Usulan pembentukan sekolah baru ini juga telah mendapat izin Gubernur Jatim. Karena itu, pihaknya yakin proses pendiriannya tidak akan lama. Di sisi lain, bangunan sekolah dan asrama juga telah siap untuk digunakan.

“Fokusnya pendidikan dirgantara. Sedang kami siapkan dokumen resminya untuk permohonan kerjasama surat persetujuan dari Gubernur Jatim,” terang Saiful ketika dikonfirmasi Minggu (5/11/2017).

Sekolah dirgantara tersebut rencananya akan menggantikan sekolah yang saat ini digunakan sebagai SMAN 3 Madiun.

Di sekolah tersebut, saat ini telah dilengkapi difasilitasi asrama untuk calon peserta didik. Sehingga model pendidikan yang akan berlangsung ialah boarding schooldengan pendampingan langsung TNI AU.

“Selama ini asramanya tidak terpakai. Jadi nanti akan kita perbaiki lebih dulu,” ungkap Saiful.

Mantan Kepala Badan Diklat Jatim itu menuturkan, target pendirian SMAN Taruna Dirgantara bisa dimulai pada tahun ajaran baru mendatang. Daya tampung awal diperkirakan sama seperti SMAN Taruna Nala yakni 180 kursi.

“Akan kami buat persis dengan SMAN Taruna Nala. Metode pendidikan dan semuanya akan mirip di sana,” ungkap Saiful.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jatim Suli Daim mengatakan, pihaknya hingga kini belum mendengar rencana pendirian sekolah tersebut dari Dindik Jatim.

Ia menyayangkan jika memang ada rencana penambahan SMA taruna, pasalnya banyak fokus yang sedang dirancang Dindik Jatim untuk 2018 mendatang.

“Semestinya ini dibicarakan dulu, dipersiapkan kajiannya dengan matang. Seperti SMAN Taruna Nala dulu perencanaannya kan juga dibicarakan dengan baik,” ungkap Suli Daim.

Suli mengaku, dengan nilai anggaran pendidikan sekitar Rp 4 triliun di 2018 mendatang, Dindik Jatim harus memiliki skala prioritas yang tepat. Pihaknya pun menegaskan prioritas yang harus didulukan adalah untuk kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) SMA/SMK di Jatim.

“Lihat saja bagaimana dengan wacana SMA double track itu. Bagaimana kelanjutannya sampai sekarang, bagaimana kajian dan implementasinya nanti, semua belum dijelaskan,” ungkap Suli.

Pada saat rapat pembahasan perubahan anggaran, lanjut dia, SMA double track katanya masih wacana. “Fokusnya itu nanti peningkatan SMA/SMK. Apa bedanya SMA/SMK itu setelah dikelola kabupaten/kota kemudian dikelola provinsi,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved