Tiga Guru Besar Unair Menggelar Diskusi Tentang Ekonomi Global

Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga mengundang tiga guru besarnya untuk melakukan diskusi...

Tiga Guru Besar Unair Menggelar Diskusi Tentang Ekonomi Global
ist
Tiga Guru Besar Unair Menggelar Diskusi Tentang Ekonomi Global 

SURYA.co.id | UNAIR – Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga mengundang tiga guru besarnya untuk melakukan diskusi dengan tema “Formula Menghadapi Revolusi Ekonomi Global di Era Kekinian”. Acara tersebut digelar di aula Selasar Kantor Manajemen Kampus C.

Dr. Suko Widodo selaku Ketua PIH mengatakan, “Bahwa gelar inovasi guru besar merupakan gebrakan UNAIR untuk menggelorakan pemikiran guru besar yang dimiliki untuk dapat memecahkan solusi terhadap permasalahan mengenai isu-isu ekonomi terkini yang terjadi di Indonesia”.

Ketiga guru besar itu adalah Prof. Dr. Bagong Suyanto, M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. Dr. Suyanto, M.Si., Psikolog., Guru Besar Fakultas Psikologi dan Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Tiga guru besar yang dipilih tersebut berasal dari disiplin ilmu yang berbeda-beda, hal ini dikarenakan supaya kita dapat melihat suatu permasalahan dalam perspektif yang berbeda-beda dengan tujuan untuk menghadirkan pemikiran guru besar sebagai salah satu solusi permasalahan yang ada di masyarakat,” tegas Suko Widodo.

Sementara, menurut Prof. Badri Munir Sukoco, dalam menghadapi ekonomi  global institusi pendidikan tinggi perlu membangun startup Eco-System dalam menyambut revolusi industri.

“Oleh karena itu, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membangun mahasiswanya untuk kreatif dan saling berinteraksi dengan yang lain supaya bisa berinovasi, tegasnya.

Sedangkan menurut Prof. Dr. Suyanto, dalam menghadapi revolusi industri sangat dibutuhkan modal sosial yang berupa lembaga, jejaring, trust, nilai dan norma serta sikap.

“Dengan adanya modal sosial maka dapat dijadikan sebagai kunci utama atau kekuatan untuk bisa mengalahkan yang lain,” tandasnya.

Menurut Prof. Dr. Bagong Suyanto, kebijakan diciptakan harus menguntungkan semua kalangan bukan hanya segelintir orang sehingga akan menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat. (*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help