Pilkada Serentak 2018

KPU Jatim Optimistis Maksimalkan Situng dan Sidalih di Pilkada Serentak 2018, begini Caranya

KPU Jatim optimistis bisa memaksimalkan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

KPU Jatim Optimistis Maksimalkan Situng dan Sidalih di Pilkada Serentak 2018, begini Caranya
surya/bobby constantine koloway
Komisioner KPU RI, Hadar Nafis Gumay, menyampaikan Materi Evaluasi Situng, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (2/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim optimistis bisa memaksimalkan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun depan.

Penguatan kinerja KPU di bidang ini akan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap KPU.

Komisioner KPU RI, Hadar Nafis Gumay, menyatakan semangat utama dari Situng adalah mengedepankan penyelenggaraan Pemilu bisa efektif, efisien, transparan, akuntable dan aksesible.

Dengan demikian, pihaknya bisa meminimalisir kecurangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“Pastinya, inisiatif dan partisipasi masyarakat juga akan meningkat dan terbangun beriring dengan kepercayaan publik,” ujar Hadar dalam penyampaian materi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi Situng dan Sidalih, serta Supervisi Pemuktahiran Berkelanjutan Pada Pilkada 2018, di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (2/11/2017).

Hadar menerangkan, untuk mewujudkan itu semua tidak bisa dipungkiri perlu penunjang lainnya.

Di antaranya, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, serta ketersediaan anggaran dan logistik.

“Juga dengan Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus yang profesional, seperangkat komputer lengkap dengan server dan scannernya dan jaringan yang baik,” ucapnya.

Di sisi lain, KPU Jatim mengatakan siap untuk mengamankan kebijakan KPU pusat tersebut.

Berdasarkan penjelasan Divisi Perencanaan dan Data KPU Jatim, Choirul Anam, pihaknya sudah terbiasa menjalankan sistem ini sejak pilkada 2015 silam.

Ia tak memungkiri, bahwa dari evaluasi pilkada sebelumnya, ada sejumlah masalah, di antaranya lamanya dalam proses Situng.

“Ini terjadi di Sumenep. Yang mana, karena menunggu penyetoran C1 dari kepulauan, akhirnya molor sampai enam hari. Padahal idealnya maksimal tiga hari,” ujar Anam ketika dikonfirmasi terpisah.

Bahkan, untuk beberapa daerah yang memililiki jumlah DPT rendah, di antaranya Kota Batu dan Kota Blitar, lamanya proses penyusunan situng tak lebih dari enam jam.

Untuk mengantisipasi lamanya proses Situng, KPU Jatim akan menyiasatinya dengan menempatkan personil di beberapa kepulauan.

Sehingga, berkas C1 dari kepulauan tak perlu lagi di antar dalam bentuk fisik, melainkan akan di-scan di masing-masing kepulauan dan dikirim melalui surat eletronik.

”Terobosan ini kami harapkan dapat mengurangi waktu perhitungan yang lama sebelumnya,” ujar Anam.

”Sebab, dengan mempercepat proses perhituhan suara, bukan hanya memberikan informasi kepada masyarakat dengan lebih cepat, namun juga akan mencegah kecurangan,” pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help