Surya/

Berita Kampus Surabaya

Unusa Luncurkan Aplikasi Bimbingan Konseling Versi Baru, ini Keunggulannya

Kemudahan dalam memberikan bimbingan konseling melalui pendataan aplikasi yang rapi kini diperbarui kembali menjadi verai 2.

Unusa Luncurkan Aplikasi Bimbingan Konseling Versi Baru, ini Keunggulannya
surya/habibur rohman
SIAP BK VERSI 2 - Tim MGBK Kementerian Agama Kab Lamongan Zainal Muttaqin memaparkan "Sistem Administrasi Pelayanan imbingan dan Konseling (siap-BK) V-2.0 di Kampus Unusa, Rabu (1/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Inovasi aplikasi untuk guru Bimbingan dan Konseling (BK) telah dibuat Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kementerian Agama Provinsi Jatim dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Kemudahan dalam memberikan bimbingan konseling melalui pendataan aplikasi yang rapi kini diperbarui kembali menjadi verai 2.

Ketua MGBK Kemenag Jatim, Zainal Muttaqin mengungkapkan sebelumnya telah menghimpun data kebutuhan guru BK untuk diterapkan pada aplikasi. Aplikasi ini diciptakan khusus.

Dengan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 111 tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

"Aplikasi ini memang kami ciptakan buat guru-guru BK. Kami kembali memperbaruinya, karena bukan hanya menginput data, tapi dibutuhkan hasil untuk setiap bimbingan konseling. Jadi guru tidak terjebak oleh administrasi yang menyebabkan layanan di anak didiknya tidak maksimal," katanya saat ditemui di kampus Unusa, Rabu (1/11/2017) kemarin.

Menurut dia, layanan tersebut ada tiga bagian. Mulai layanan langsung, layanan melalui media dan kegiatan tambahan. Layanan langsung sendiri ada 11 konten.

"Contohnya konseling idividual itu adalah proses layanan yang diberikan kepada siswa secara continue. Guru BK tidak perlu kemana-mana, tinggal masukkan nama siswanya saja," jelas dia.

Teknik pendekatan, kata Zainal juga sudah dipersiapkan. Ia mencontohkan seperti seorang anak yang terlibat pergaulan bebas.

"Intinya kalau tidak guru BK pasti akan kesulitan mengerjakannya," terangnya.

Kepala Humas Unusa, Mohammad Ghofirin menjelaskan selama ini guru BK di Jatim memang perlu adanya alat pendukung. Bukan bentuk manual, melainkan digitalisasi menjadi sebuah software.

"Unusa ingin mengawal konten Dan sudah kami lakukan setahun yang lalu. Selain mengawal konten juga ikut mengawal perkembangannya," katanya.

Menurut Ghofirin, peran Unusa yakni ikut mensosialisasikan ke guru-guru BK di seluruh Jatim. Selain melakukan kunjungan, Unusa juga siap melakukan pendampingan secara berkala melalui training.

"Perlu disadari era digital saat ini sangat luar biasa. Melalui software ini memang sangat diperlukan oleh guru BK bagi anak didiknya. Guru BK juga sebagai psikolog, semua murid yang masuk bilik konseling itu bukan berarti anak yang bermasalah," imbuhnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Ghofirin, aplikasi SIAP-BK juga bakal ditawarkan ke Kementerian Agama RI. Sebab, aplikasi ini kali pertamanya diluncurkan di Jatim.

"Kami akan coba menawarkan ke pusat. Karena aplikasi ini sangat membantu sekali kinerja para guru BK selama ini," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help