Berita Surabaya

Temuan Liquid Mengandung Narkoba Bikin Penasaran Pecinta Vape, lalu ini yang Dilakukan

Penggunaan narkoba yang dikemas dalam cairan liquid lalu diisap melalui rokok sintetik (vape), kini sedang marak di Indonesia.

Temuan Liquid Mengandung Narkoba Bikin Penasaran Pecinta Vape, lalu ini yang Dilakukan
surya/istimewa
Heboh bocah SD di Trenggalek menghisap rokok elektrik alias vape. 

SURYA.co.id | SUARABAYA - Penggunaan narkoba yang dikemas dalam cairan liquid lalu diisap melalui rokok sintetik (vape), kini sedang marak di Indonesia.

Untuk mencegah hal itu terus berkembang, para pecinta vape di Kota Surabaya yang tergabung dalam Komunitas Vherion DNA Indonesia Surabaya Community sering berbagi informasi terkait liquid vape yang digunakan sesama anggota.

Wakil Ketua Komunitas, Raden Muhammad Yudha Tamtama Putra (27) mengungkapkan komunitasnya selalu menyaring penggunaan liquid anggotanya.

Informasi rutin tentang liquid yang digunakan anggota juga selalu dilakukan, apalagi salah satu anggota juga pembuat liquid vape.

"Waktu ketemu bulanan semua liquid dibawa, dan sejauh ini saya belum menemukan anggota pakai liquid oplosan narkoba,"ujarnya, Selasa (1/11/2017).

Temuan liquid mengandung narkoba ini tentunya memancing rasa penasaran para pecinta vape.

Yudha, sapaan akrab pegawai swasta ini bahkan mencari tahu tempat penjualan liquid oplosan ini.

"Saya cari di sosmed, tanya-tanya dan ternyata memang ada, kalau mau bisa dibuatkan. Tetapi harganya sangat mahal,"terangnya.

Ia mengungkapkan perbedaan harga yang jauh dengan liquid biasa merupakan ciri utama yang patut dicurigai dalam penjualan liquid. Untuk liquid biasa menurutnya bisa dibeli dengan harga Rp 80 ribu.

Sejauh ini yang termahal yaitu buatan Australia yang dibuat seperti membuat wine, yaitu ditanam pada tanah selama beberapa tahun.

"Paling mahal kami itu Rp 350.000 per 30 mililiter. Kalau yang oplosan narkoba itu nawarinnya sudah jutaan,"ungkapnya.

Pro kontra penggunaan vape membuat komunitas yang berdiri tahun lalu ini sangat selektif pada anggotanya.

Apalagi anggotanya mencapai 161 orang, mereka semua didata per member.

"Kami tidak mengharuskan beli liquid di komunitas, tapi sponsor kami sudah ada 10 penjual liquid resmi dan sudah terjamin,"jelasnya.

Prinsip dalam komunitasnya sangat dijaga agar tidak menimbulkan hal yang negatif. Apalagi belum ada legalitas terkait vape.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved