Surya/

Berita Pasuruan

Kementerian Kirim Tim Investigasi untuk Usut Tragedi Maut Tol Pasuruan-Probolinggo

Kementerian PUPR telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi tragedi maut Tol Pasuruan-Probolinggo.

Kementerian Kirim Tim Investigasi untuk Usut Tragedi Maut Tol Pasuruan-Probolinggo
surya/galih lintartika
Girder proyek tol Paspro yang ada di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati ambruk dan menewaskan seorang pekerja. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membentuk tim khusus untuk menginvestigasi ambruknya girder jembatan layang tol Pasuruan-Probolinggo.

Tim ini turun ke lapangan sejak Senin (30/10/2017) paska girder yang menjadi kontruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Paspro tersebut ambruk dan menewaskan seorang pekerja, Minggu (29/10/2017). 

“Ada tim investigasi yang dibentuk oleh Kementerian PUPR. Jumlahnya belum tahu dan tadi sudah ada yang datang dari Jakarta bersama dengan saya,” kata Kepala Bidang Pembangunan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) 8 Surabaya, Yuliansyah.

Tim investigasi Kementerian PUPR itu akan bertugas untuk memeriksa dan meneliti, peristiwa ambruk atau jatuhnya girder jembatan layang tol Pasuruan-Probolinggo di KM 4,5 itu.

Hasil dari investigasi itu diharapkan bisa mengetahui penyebabnya dan akan dilihat kenapa peristiwa girder ambruk itu bisa terjadi.

“Ini memang murni kecelakaan. Tapi tim investigasi akan meneliti dan melihat, apakah peristiwa terjadi karena metode pelaksanaan yang kurang tepat. Atau terkait mutu kualitas produknya, atau bahkan karena sistem keamanan bagi pekerjanya yang kurang diperhatikan,” terangnya.

(Baca: Beberapa Spekulasi Muncul Terkait Penyebab Jatuhnya Girder Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo)

Sedangkan terkait penyelidikan yang dilakukan Labfor Mabes Polri, Yuliansyah dan pihak Kementerian PUPR hanya bisa menunggu keputusan pihak kepolisian.

“Itu sudah kewenangan kepolisian untuk melakukannya. Karena ada korban dan harus ada yang bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa itu,” imbuh Yuliansyah.

Meski terjadi peristiwa ambruknya girder jembatan layang, pembangunan tol sepanjang 31,3 kilometer (km) itu tetap berlanjut. Hanya lokasi ambruknya girder di Desa Dawesari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan itu saja yang dihentikan sementara.

“Hanya di lokasi kejadian saja, pekerjaan dihentikan sementara. Karena itu menjadi ranah pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terjadinya peristiwa itu. Sedangkan untuk keseluruhan, pembangunan tol tetap dilakukan oleh pihak pelaksana,” pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help