Surya/

Berita Pasuruan

Kapolda Jatim Janji Percepat Penyelidikan Jatuhnya Girder Tol Pasuruan-Probolinggo

Kapolda Jatim mendatangi lokasi jatuhnya girder tol Pasuruan-Probolinggo yang menewaskan seorang pekerja. Begini katanya...

Kapolda Jatim Janji Percepat Penyelidikan Jatuhnya Girder Tol Pasuruan-Probolinggo
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machmud Arifin dan jajarannya, Selasa (31/10/2017) saat mendatangi lokasi jatuhnya girder di proyek tol Pasuruan-Probolinggo yang menewaskan seorang pekerja. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, Selasa (30/10/2017) siang mendatangi lokasi jatuhnya girder proyek pembangunan tol Pasuruan-Probolinggo yang menewaskan seorang pekerja beberapa waktu lalu. 

Kedatangannya ke Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Probolinggo tersebut, didampingi para pejabat Polda Jatim serta Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo. 

Kepada media, Irjen Pol Machfud ini, menegaskan bahwa kedatangannya untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kata dia, beberapa saksi sudah diperiksa setelah penyelidikan diambil alih oleh Polda Jatim. 

"Kami sudah periksa beberapa saksi. Hampir semua saksi mata di lapangan sudah kami mintai keterangan. mulai dari pekerja teknik, pengemudi crane, tukang las, hingga pihak pemegang proyek ini juga sudah kami periksa," ungkapnya.

(Baca: Polda Ambil Alih Kasus Jatuhnya Girder Tol Pasuruan Probolinggo, Hal-hal ini Pertimbangannya)

Dikatakan dia, meski pemeriksaan saksi hampir mendekati sempurna, pihaknya belum menetapkan apakah dalam insiden itu ada unsur pelanggaran hukum atau tidak. 

"Tunggu saja hasil pemeriksaan ini. Saya minta waktu untuk meminta keterangan saksi-saksi ahli, baik ahli bidang pembangunan maupun forensik. Keterangan saksi ahli ini penting, karena ini kan sudah dihitung oleh para ahlinya. Keterangan itu nantinya akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan,” kata Kapolda Jatim. 

Dari keterangan petugas yang memeriksa kejadian itu, Kapolda juga menyampaikan perkembangan penyelidikan. Termasuk keterangan yang diperoleh petugas dari para pekerja dan pelaksana pembangunan jalan tol tersebut, serta pengemudi crane dan tukang las.

“Semuanya diperiksa, termasuk kelayakan crane yang digunakan. Juga tentang info tukang las yang berikan instruksi, nanti juga akan diperiksa. Kalau ya (ada instruksi tukang las), berarti keterlaluan. Harusnya orang-orang profesional,” ujarnya.

(Baca: Girder Tol Pasuruan-Probolinggo Jatuh, Penyidik Polda Jatim Yakin Ada Unsur Kelalaian)

Selain itu Kapolda juga berjanji bahwa pihaknya akan mempercepat proses penyidikan atas peristiwa jatuhnya girder jembatan layang itu. Sebab pekerjaan itu menjadi bagian dari pembangunan tol yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

“Ini pembangunan nasional yang harus kita dukung bersama. Secepat mungkin pemeriksaan dilakukan, agar pembangunan bisa dilanjutkan kembali,” tandasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help