Surya/

Berita Pasuruan

Beberapa Spekulasi Muncul Terkait Penyebab Jatuhnya Girder Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo

Sejumlah spekulasi seputar penyebab jatuhnya girder proyek tol Pasuruan-Probolinggo beredar. Apa saja?

Beberapa Spekulasi Muncul Terkait Penyebab Jatuhnya Girder Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo
surya/galih lintartika
Tol Paspro yang ambruk, Minggu (28/10/2017). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Dua hari paska jatuhnya girder di Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan , ada beberapa spekulasi yang muncul.

Spekukasi ini berkaitan dengan dugaan penyebab jatuhnya girder yang memiliki panjang 50,8 meter dan berat sekira 100 ton.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro, Agus Minarno menyebut kejadian jatuhnya girder itu murni kecelakaan.

Kata dia, pihak kontraktor pun sudah melakukan semua hal yang menjadi SOP pengerjaan kontruksi bangunan ini.

"Saya kira ini murni kecelakaan. Tidak ada kesalahan prosedur atau bahkan ada unsur kelalaian dalam pengerjaannya. Semua safety kok," katanya kepada Surya.

Ia mengaku turut berdukacita atas kejadian ini. Ia berharap keluarga korban bisa menerima musibah ini.

Ia juga meminta pihak kontraktor untuk bertanggung jawab semua atas peristiwa yang membuat satu pekerja meregang nyawa dan dua lainnya mengalami luka berat.

"Semoga kejadian ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi untuk lebih baik ke depannya. Semoga ini yang pertama dan terakhir," paparnya.

Agus sangat meyakini bahwa tidak ada kesalahan teknis. Kata dia, sebelum dimulai pembangunan proyek ini, semuanya sudah dikaji dan diuji. Beberapa waktu lalu ada yang menyebut karena tanahnya gerak dan sebagainya.

"Itu tidak benar. Justru lokasi itu tanahnya sangat bagus sekali. Cocok untuk dibangun jalan tol," tambah dia.

Di lapangan beredar sejumlah informasi penyebab jatuhnya girder ini, mulai tali crane yang putus. Ada juga pengerjaan proyek ini mengesampingkan aspek keselamatan kerja para pekerjanya. Termasuk saat ada pekerja yang berada di bawag girder saat dipasang.

Semisal pemasangan girder, di bawah lokasi pemasangan girder harus steril dari lalu-lalang manusia atau para pengedara yang melintas. Dengan berkoordinasi, pihak polisi bisa membantu pelaksanaannya dengan menghentikan warga yang melintas atau mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif.

Tol Paspro ini rencananya akan dibangun dengan panjang 31,30 Kilometer (Km). Pembangunanya ada tiga sesi, yakni sesi satu, dua dan tiga.

Untuk sesi satu, nantinya akan melewati Grati - Nguling sepanjang 8 km. Sesi dua, perbatasan Nguling, Pasuruan - Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 Km, dan Sumberasih - Leces sepanjang 17,30 km.

Tol ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektar dan atau sekitar 3.000 bidang. Nantinya, akan ada tiga simpang susun yakni Tongas, simpang susun Probolinggo Barat, Simpang susun Leces 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help