Berita Surabaya

Film Bisa Jadi Media Belajar Psikologi Kemanusiaan

Maraknya kegiatan pembuatan film yang dilakukan para pelajar disambut positif seniman senior Meimura. Ini katanya...

Film Bisa Jadi Media Belajar Psikologi Kemanusiaan
surabaya.tribunnews.com/achmad pramudito
Meimura 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya kegiatan pembuatan film yang dilakukan para pelajar disambut positif seniman senior Meimura.

Menurut Meimura, proses pembuatan film ini secara tak langsung akan mematangkan jiwa seseorang.

Sebab, selama membuat film seluruh anggota tim mulai sutradara, bagian artistik, hingga manajemen belajar pengendalian diri. “Belum lagi soal penentuan jam kerja kolektif yang tentu memerlukan kesabaran ekstra,” katanya.

Sedang di sisi penulis cerita dan sutradara juga dituntut untuk melihat secara detil latar belakang kisah hingga tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita film tersebut.

“Selain belajar psikologi, sutradara juga harus bisa belajar psikis tokoh dalam film yang akan dan sedang dibuatnya,” tegas pria kelahiran Surabaya, 16 Mei 1963 ini.

Pada tahapan lanjut, kata Meimura, sineas muda ini akan menyadari bahwa sebuah film bisa efektif jadi media untuk menyampaikan kreativitas seseorang.

“Lihat Amerika, yang secara fakta kalah di perang Vietnam. Tetapi lewat tokoh Rambo bisa membalik cerita sehingga membuat Amerika terkesan jadi pemenangnya,” urai tokoh dibalik lahirnya Teater Ragil ini.

Meimura yang juga motor berdirinya Ludruk Monthero, Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara ini menilai masuknya kurikulum perfilman di sekolah ini sebagai terlambat. Namun, Meimura optimis anak-anak muda yang difasilitasi teknologi modern bisa mengejar ketertinggalannya lewat karya-karya bermutu.

Ditekankan Meimura, sebuah film tak hanya menghibur. Film juga bisa jadi media dakwah yang efektif di tengah era digital saat ini.

“Fakta di depan kita, ketika orang merasa dunia ada di genggamannya dengan gadget di tangan mereka, ternyata justru meningkatkan stres seseorang sebab orang bekerja seperti robot,” ungkapnya.

Menurut Meimura, karena terlalu asyik dengan gadget setiap hari, anak-anak sekarang tak lagi banyak bersinggungan dengan sekelilingnya. Efek buruknya, ketika dihadapkan pada masalah kemasyarakatan mereka tak bisa menghadapi dengan baik.

Karena itu pula, Meimura berharap tiap SMK punya laboratorium khusus film yang bisa dimanfaatkan maksimal para sineas muda ini.

“Mereka nanti akan banyak garapan seperti mendokumentasikan kegiatan masyarakatnya,” tandas Meimura. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved