Grahadi

Press Release

TP PKK Jatim Gelar Test IVA dan Sadanis Serentak Bagi ASN Pemprov Jatim

TP PKK Jatim bekerjasama dengan Pemprov Jatim menggelar tes kanker serviks dan payudara untuk ASN perempuan dan istri ASN.

TP PKK Jatim Gelar Test IVA dan Sadanis Serentak Bagi ASN Pemprov Jatim
ist/humas pemprov jatim
Gubernur Jatim saat berbicara di rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva) di Gedung Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu. Rencananya, 30 Oktober mendatang tes ini akan digelar di sejumlah tempat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Penggerak (TP) PKK bekerjasama dengan Pemprov Jatim menggelar IVA test kanker serviks dan pemeriksaan payudara secara klinis atau sadanis kanker payudara secara serentak bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan dan para istri ASN di jajaran Pemprov Jatim.

"Kegiatan dilakukan tanggal 30 Oktober – 4 Nopember 2017 di Kantor TP PKK Prov. Jatim di jalan Gayung Kebonsari, lalu di Kantor Setda Provinsi Jatim di jalan Pahlawan no. 110 Surabaya, serta berbagai puskesmas di Jawa Timur," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto, Minggu (29/10).

Sasaran yang dicapai, jelas Benny, semua ASN wanita dan para istri ASN Pemprov Jatim berusia 30 – 50 tahun dengan status sudah menikah. Jumlahnya sebanyak 20.442 orang.

Ditambahkan, untuk wilayah Kota Surabaya sendiri akan dilakukan deteksi dini sebanyak 6.313 orang, sedangkan di luar kota Surabaya sebanyak 14.129 orang.

Sebanyak 874 orang petugas dilibatkan pada kegiatan ini, yang dibagi dalam beberapa shift. Para petugas tersebut diantaranya dokter konsultan, pemeriksa IVA, asisten pemeriksa, dan lain sebagainya.

Menurut Benny, langkah deteksi dini ini perlu dilakukan untuk mencapai Indonesia bebas kanker, khususnya kanker serviks dan kanker payudara, sebagaimana diharapkan oleh Ibu Negara.

"Melalui TP PKK inilah diharapkan target itu diwujudkan," ujarnya.

Bagi para perempuan, lanjutnya, deteksi dini ini sangat penting sebab kedua kanker ini menjadi pembunuh cukup besar.

"Di Indonesia, setiap satu jam satu orang meninggal karena penyakit 'silent killer' ini. Sementara itu, di dunia setiap dua menit satu orang meninggal karena penyakit ini beban masyarakat," ujarnya.

Dijelaskannya, disebut "silent killer", karena penderita tidak merasakan rasa sakit pada stadium awal, dan baru pada stadium lanjut rasa sakit.

Langkah TP PKK Prov. Jatim melakukan deteksi dini ini menindaklanjuti arahan Ibu Negara melalui
Surat OASE Kabinet Kerja no B-132/OASE-KK/VIII/2017 tanggal 29 agustus 2017 tentang Kegiatan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker, yang ditindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri RI no 440/4288/SJ tanggal 18 september 2017 tentang Peringatan Bulan peduli Kanker.

Melalui kegiatan deteksi dini bagi ASN wanita dan para isteri ASN di jajaran Pemprov Jatim ini, TP PKK Jatim mengharapkan agar terwujud sebuah gerakan masyarakat untuk melakukan deteksi dini.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved