Berita Surabaya

Bappeko Siapkan 12 FGD untuk Trem, Salah Satunya Dimulai Pekan Ini

Total, ada sebanyak 12 kali FGD yang setidaknya harus dilakukan. Masing-masing FGD membahas topik trem dari aspek tertentu.

Bappeko Siapkan 12 FGD untuk Trem, Salah Satunya Dimulai Pekan Ini
surya/fatimatuz zahroh
Kondisi berem Jalan Raya Darmo yang sudah dikepras untuk jalur trem Joyoboyo-Tunjungan, Selasa (13/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Realisasi angkutan massal cepat trem Surabaya terus diupayakan berprogres oleh Pemkot Surabaya.

Usai mendapatkan dukungan dari Kementerian Perhubungan untuk menjalankan proyek trem Surabaya dengan sistem pendanaan melibatkan swasta atau kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), Pemkot semakin percaya diri untuk bergerak.

Pemkot Surabaya melalui Bappeko saat ini sedang mematangkan rencana mengadakan focus group discussion (FGD) bersama tim ahli yang melibatkan pakar dari perguruan tinggi di Indonesia.

Total, ada sebanyak 12 kali FGD yang setidaknya harus dilakukan. Masing-masing FGD membahas topik trem dari aspek tertentu.

"Untuk FGD ini sedang dimatangkan, diusahakan dari sekian FGD yang direncanakan, ada yang bisa start pekan ini," ucap Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji, Selasa (24/10/2017).

Dalam FGD itu, akan digeber kembali penyiapan realisasi proyek trem sebagaimana sudah pernah dibahas tahun 2013 yang lalu.

Forum ini akan mereview kembali proyek trem dengan kondisi saat ini.

Yang diundang dalam FGD tersebut seperti ITS, Unair, ITB, UI, Bappenas, jajaran samping, badan hukum, dan sejumlah pihak terkait.

Guna membahas file yang lama agar bisa direview dengan sistem terbaru kondisi perencaan proyek trem saat ini yang akan menggunakan sistem KPBU.

Dikatakan Agus, ada banyak yang akan dibahas. Sehingga menyebabkan FGD akan dilakukan 12 kali, bahkan lebih.

"Bisa jadi lebih dari 12 kali. Sebab bahasannya banyak, seperti trasenya pindah atau tidak, pembiayaannya bagaimana, pemilihan yang mengerjakan kriterianya seperti apa, dan juga dari aspek hukumnya seperti apa, dan banyak lagi, semua itu akan kita bahas," kata Agus.

Lebih lanjut, disampaikan Agus, nilai proyek berdasarkan DED akhir tahun 2016, hitungan biaya yang dibutuhkan untuk trem dari Joyoboyo hingga Perak mencapai Rp 3 trilliun lebih.

"Namun dengan PT KAI yang masih gabung dengan kami, maka nilai investasi dalam KPBU yang harus dikeluarkan tentu bisa turun, karena tidak perlu sewa lahan," kata Agus.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved