Press Release

FKKS di Trenggalek Suguhkan Karya Guruh Soekarnoputra

Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-13 digelar di panggung 360 Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek

FKKS di Trenggalek Suguhkan Karya Guruh Soekarnoputra
IST/Humas Trenggalek
Bupati Trenggalek Emil Dardak beserta sang istri Arumi Bachsin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf serta Guruh Soekarnoputra saat Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-13, di panggung 360 Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-13 digelar di panggung 360 Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek, 21 – 22 Oktober 2017. Event Delapan Daerah di Pesisir Selatan Jatim ini diawali dengan parade kesenian jaranan dari delapan daerah tersebut.

Satu persatu daerah ini menampilkan kesenian tari khas jaranan di daerahnya masing-masing. Meskipun masih dalam satu rangkaian jalur di Pesisir Selatan Jawa Timur, kesenian jaranan yang dimiliki masing-masing Daerah memiliki ciri khas masing-masing.

Perbedaan ini meliputi gerakan tari, properti, ukel maupun cerita dari tariannya yang menggambarkan daerahnya masing-masing. Parade jaranan ini diawali dengan tari Jaran Slining dari Lumajang. Kesenian ini merupakan sebuah tari yang diambil dari jaranan kencak. Tari jaranan ini sangat unik karena properti yang digunakan menyerupai kuda yang ditarikan penari Slining dan Kencak.

FKKS Ke-13 di Trenggalek Diawali Parade Jaranan 8 Daerah Pesisir Selatan
FKKS Ke-13 di Trenggalek Diawali Parade Jaranan 8 Daerah Pesisir Selatan (IST/Humas Trenggalek)

Dilanjutkan dengan peserta dari Kabupaten Blitar yang menampilkan kesenian "Brigade Gong Kyai Pradah yang mengangkat cerita brigade gong kyai pradah di Lodoyo wilayah Selatan Kabupaten ini.

Peserta ketiga parade ini dari Kabupaten Malang Jaranan "Palagan Jati", jaranan ini menceritakan bahwasanya didalam diri manusia pasti terdapat pergolakan diantara sifat yang baik terdapat sifat buruk, iri, dengki, nafsu angkara murka yang ingin menguasai diri manusia. Sedangkan yang bisa mengendalikan hal ini hanyalah manusia itu sendiri.

Dari Kabupaten Malang dilanjutkan dengan penampilan Kabupaten Pacitan, jaranan "Kridaning Sang Manggala Budaya". Tari ini menggambarkan arak–arakan jaranan pegon senterewe manggolo budhaya yang merupakan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dilanjutkan Kabupaten Tulungagung dengan lakon "Gumebyaring Bumi Lawadan Mulya Tinoto", menceritakan bagaimana bumi lawatan yang awalnya terlanda pagebluk dan musibah banjir bandang, telah berhasil diatasi oleh Kyai Abu Mansur sehingga terwujudlah kemakmuran pada bumi lawadan yang adem ayem tentrem mulyo tinoto.

Untuk Kabupaten Banyuwangi menampilkan kesenian jaranan dengan lakon "Sang Mbau Rekso Alas Purwo". Alas Purwo sendiri terletak di semenanjung Blambangan. Konon wilayah ini terkenal keangkerannya dan menjadi kerajaan besar bangsa Jin. Sebagian dari manusia yang menekuni kehidupan klenik kurang lengkap ilmunya belum lengkap bila ke Alas Purwo.

FKKS Ke-13 di Trenggalek Diawali Parade Jaranan 8 Daerah Pesisir Selatan
FKKS Ke-13 di Trenggalek Diawali Parade Jaranan 8 Daerah Pesisir Selatan (IST/Humas Trenggalek)

Dari Banyuwangi dilanjutkan dengan penampilan rombongan dari Kabupaten Jember, dan pungkasnya tari jaranan "Turonggo Yakso" dari tuan rumah Trenggalek. Tari ini menggambarkan pergolakan hawa nafsu manusia antara kebaikan dan keburukan.

Kesenian jaranan ini menggunakan properti kuda kepala raksasa. Kuda menggambarkan simbul kebaikan dan kepala raksasa menggambarkan angkara murka yang bisa dikendalikan oleh oleh kesatria.

Kesemua penampilan dari masing-masing daerah ini sangat menghibur pengunjung yang hadir dan memadati panggung 360 derajad Prigi. (*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved