Berita Kampus Surabaya

Data Asian University Ranking, Peringkat Unair Naik 19 Poin, begini Respons Pihak Kampus

Perhatian Univesitas tentunya mengarah pada para dosen yang sedang menempuh studi S-3 agar segera lulus dan kembali mengabdi di Unair.

Data Asian University Ranking, Peringkat Unair Naik 19 Poin, begini Respons Pihak Kampus
surya/sulvi sofiana
Ketua BPP Unair Prof Badri Munir Sukoco PhD. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengakuan kualitas perguruan tinggi kini telah merambah kancah internasional. Univeraitas Airlangga menjadi salah satu universitas yang getol mendapatkan peringkat tersebut.

Berdasarkan data dirilis lembaga pemeringkatan perguruan tinggi, Quacquarelli Symonds untuk pemeringkatan perguruan tinggi Asia, Asian University Ranking (QS AUR), Unair menempati peringkat ke- 171. Naik 19 peringkat dari tahun sebelumnya pada posisi 190.

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair, Prof Badri Munir Sukoco mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi Unair untuk terus meningkatkan kualitas.
Hasil pemeringkatan itu, reputasi akademik Unair terhitung tinggi di Asia. Sayangnya, kriteria itu belum diikuti kriteria-kriteria yang lain.

“Unair ada lonjakan nilai di academic reputation sebanyak 10 poin. Sayangnya, bobotnya hanya 30 persen. Untuk academic reputation ranking Unair 95 di Asia. Yang jadi masalah adalah kinerja,” ujar Badri.

Kinerja yang dimaksud meliputi beberapa penilaian. Seperti jumlah paper yang dihasilkan dosen di masing-masing fakultas, jumlah dosen yang telah menempuh studi S-3, serta jumlah mahasiswa asing yang belajar di Unair.

“Paper per faculty, staf PhD, inbound student masih belum banyak meningkat. Ini masih menjadi pekerjaan rumah institusi,” ujar dosen yang baru dikukuhkan sebagai profesor itu.

Perhatian Univesitas tentunya mengarah pada para dosen yang sedang menempuh studi S-3 agar segera lulus dan kembali mengabdi di Unair.

Sedang yang belum menempuh studi S-3, diharapkan untuk segera. Ia juga menghimbau agar alumni yang telah menempuh studi S-3 turut serta memberikan kuliah umum sebagai dosen tamu di Unair. Hal ini pun memengaruhi penilaian pemeringkatan dari QS-AUR.

“Terkait publikasi Unair terbilang terlambat dalam publikasi pada jurnal terindeks Scopus. Pasalnya, kampus-kampus lain sudah lebih dulu dalam melakukan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi ini,” jelasnya.

Tahun 2014 silam, publikasi dosen UNAIR yang terindeks Scopus masih dalam angka 111.

Angka itu terus mengalami kenaikan yang signifikan hingga saat ini. Terhitung per 12 Oktober, ada 286 publikasi yang terindeks Scopus.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved