Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

Teddy Prasetya, Chief Business Officer RFB, mengatakan, saat ini tren inveatasi pada produk yang berujung kerugian masih terus terjadi.

RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
surya/sugiharto
Chief Bisiness Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Presetya (kanan) menjelaskan grafik kinerja PT Rifan Financindo Berjangka di Kantornya, Selasa (17/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masih rendahnya warga Indonesia bergerak di bisnis investasi perdagangan berjangka komoditi membuat PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) dan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) agresif melakukan edukasi dan sosialisasi.

Investasi di sektor perdagangan berjangka komoditi merupakan salah satu sektor investasi yang mengambil keuntungan dari peluang dalam perdagangan komoditas dan pasar derivatif.

Teddy Prasetya, Chief Business Officer RFB, mengatakan, saat ini tren inveatasi pada produk yang berujung kerugian masih terus terjadi.

"Hal ini menjadi salah satu penyebab, bila investasi di industri perdagangan berjangka komoditi masih belum luas. Sementara investasi ini merupakan investasi yang sehat," kata Teddy, di sela kegiatan yang digelar di Surabaya, Selasa (17/10/2017).

Saat ini, tercatat dari 250 juta warga Indonesia, hanya sekitar 1 juta orang yang bergerak di investasi perdagangan berjangka komoditi.

Dengan jumlah penduduk itu, seharusnya ada 5 juta orang yang bisa bergerak di sektor investasi ini.

"Jumlah ini menunjukkan potensi yang besar yang bisa digarap menjadi nasabah dalam investasi perdagangan berjangka komoditi. Apalagi kondisi pasar, saat ini sedang stabil dan menarik untuk memperdagangkan komoditi. Seperti emas, kopi, minyak kelapa sawit, dan lainnya," jelas Teddy.
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, memgakui bila saat ini pelaku pasar perdagangan berjangka komoditi harys terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten, intensif dan ekstensif bagi masyarakat umum.

"Termasuk civitas akademika, agar potensi dapat terealisasi, tentunya dengan dukungan pemerintah. Perlu ditekankan bahwa industri PBK yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, tentunya lebih aman dari resiko penipuan berkedok investasi yang masih marak saat ini," jelas Stephanus.

Kepala Cabang RFB Surabaya, Leonardo, menambahkan, sejak operasi di tahun 2012, nasabah RFB mencapai 750 orang.

" Target kami dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi seperti saat ini, hingga akhir tahun bisa bertambah 250 nasabah," ungkap Leonardo.

Sementara saat ini, target volume transaksi SPA dan komoditi RFB sebesar 500.000 lot hingga akhir tahun 2017. Hingga akhir quartal III lalu, sudah mencapai 84 persen dari target.

Dalam sosialisasi di Surabaya, RFB memberikan bantuan alat kebersihan kepada Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga Surabaya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help