Surya/

Berita Probolinggo

VIDEO - Membangkitkan Tradisi Jaranan Khas Tengger yang Hampir Punah

Masyarakat suku Tengger memiliki tradisi jaranan yang berbeda dengan di daerah lain. Apa bedanya?

SURYA.co.id | PROBOLINGGO – Masyarakat suku Tengger memiliki tradisi Jaranan (kuda lumping) yang berbeda dibandingkan jaranan di tempat lain. 

Sayangnya, tradisi yang sudah tua itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan. 

Kesenian ini mulai tergerus zaman. Padahal, kesenian ini merupakan simbol kerukunan antar suku tengger.

Karena itulah, beberapa tokoh adat Tengger serta pemerintah setempat, kini berusaha kembali membangkitkan tradisi tersebut sebelum benar-benar punah. 

Saat ini, jaranan tengger mulai diperkenalkan kembali di setiap kegiatan yang ada di tengger. Bahkan, rencananya, Pemerintah Kecamatan Sukapura, akan membuat sebuah festival jaranan khas tengger.

Cara ini dianggap ampuh karena dapat menggugah kembali rasa memiliki kesenian khas tengger. Selain itu, untuk memperkenalkan ke dunia, bahwa tengger ini juga memiliki kesenian khas tengger.

Jaranan tengger ini berbeda dengan jaranan di tempat lain,. Perbedaan mencolok itu sangat terlihat jelas.

Jika biasanya seni jaranan itu hanya berfungsi sebagai hiburan belaka, namun seni jaranan tengger ini memilik fungsi yang lebih pasti. Jaranan tengger merupakan pelengkap ritual adat yang kerap dan rutin dilakukan oleh suku tengger setiap tahunnya.

Sekadar diketahui, setiap desa yang notabene merupakan suku tengger itu memiliki kelompok masyarakat yang bisa memainkan kesenian tradisional ini.

Bahkan, saat ini, anak – anak tengger mulai memainkannya. Di tingkat sekolah dasar, anak-anak sudah mendapatkan pembelajaran tentang sejarah dan bagaimana kesenian jaranan tengger tersebut. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help