Berita Surabaya

PT KAI Masih Cadangkan Anggaran untuk Trem Surabaya

Kerjasama Pemkot dan PT KAI belum dicabut, dengan begitu perjanjian kerjasama untuk trem ini masih berlaku hingga sekarang

PT KAI Masih Cadangkan Anggaran untuk Trem Surabaya
surya/parmin
Vinsensius Awey 

SURYA.co.id | SURABAYA – Komisi C DPRD Kota Surabaya memastikan bahwa PT KAI masih mencadangkan alokasi anggaran untuk proyek trem. Hal itu didapatkan usai Komisi C melakukan kunjungan dan konsultasi ke Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta akhir pekan ini. Anggaran yang dialokasikan untuk trem Surabaya ini cukup besar. Yaitu sebesar Rp 30 miliar.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey, menjelaskan alokasi anggaran yang dialokasikan tahun ini mulanya lebih besar, yaitu sebesar Rp 100 miliar.

“Namun karena sampai akhir tahun tidak kunjung terserap lantaran tidak adanya kejelasan dan progres proyek trem, maka anggaran itu dikepras menjadi Rp 30 miliar saja. Sisanya dialihkan ke anggaran belanja lain,” ucap Awey, Sabtu (14/10/2017).

Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan depo trem yang ada di Joyoboyo. Tidak hanya itu, dari hasil kunjungan ke Dirjen Perkeretaapian tersebut juga didapatkan bahwa kerjasama dengan PT KAI terkait proyek trem juga masih berlaku.

Perjanjian kerjasama itu dibuat sejak tahun 2015 lalu dan belum dicabut. Dengan begitu kerjasama dengan Pemkot masih ada dan masih berlaku.

“Kerjasama antara Pemkot dengan PT KAI hingga saat ini masih belum dicabut sejak ditandatangani September 2015 lalu, dengan begitu perjanjian kerjasama untuk trem ini masih berlaku hingga sekarang,” lanjut politisi Partai Nasdem ini.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar Pemkot melakukan pertemuan dengan PT KAI untuk membahas keberlanjutan proyek trem pasca adanya perubahan mekanisme penganggaran.

Yang semua akan didanai dengan APBN namun dibatalkan lantaran keterbatasan anggaran sehingga kemungkinan besar akan didanai dengan sistem lelang terbuka atau beauty contest.

“Sementara Pemkot sekarang sudah menganggarkan di APBD perubahan sebesar Rp 18 miliar, yang katanya akan digunakan untuk sewa lahan milik PT KAI. Kalau masih ada kerjasama dimana PT KAI sebegai operator dari trem nantinya, maka buat apa lalu menarik sewa,” lanjut Awey.

Dari hasil komunikasi dengan Direjen Perkereataapian tersebut, sisa anggaran Rp 30 miliar tiddak memungkinan untuk digunakan membanun depo. Kemungkinan hanya akan cukup digunakan untuk reaktivasi jalan.

Lebih lanjut, Awey menyayangkan Pemkot yang terlalu gegabah melakukan alokasi anggaran Rp 18 miliar dengan dalih dana cadangan untuk sewa lahan milik PT KAI di saat kerjasama antar keduanya masih berlaku.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help