Surya/

Reportase dari Thailand

Sonkla Game Thailand, Mencetak Sang Juara dari Sekolah TK

ternyata inilah salah satu rahasia Thailand bisa merajai aneka pertandingan di tataran ASEAN, karena sejak di taman kanak-kanak mereka diincar

Sonkla Game Thailand, Mencetak Sang Juara dari Sekolah TK
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Sahrul Romadhon
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang

SELAMA satu minggu (11-16/9/2017) lalu, di Sekolah Anuban Muslim Satun, Thailand, tempat saya mengajar bahasa Indonesia, menggelar sonkla game, festival olahraga yang wajib dilakukan semua institusi pendidikan di Thailand, dari taman kanak-kanak (TK) hingga menengah atas (SMP/SMA).

Setiap siswa dari tingkat Anuban (TK), Praktum (SD), dan Matayum (SMP dan SMA) harus mengikuti setiap kegiatan yang dimulai pukul 08.00 - 15.30 waktu Thailand.

Seluruh pendanaan dalam festival olahraga ini disubsidi Kerajaan Thailand, sekitar 100.000 bath atau setara Rp 40 juta. Jadi, bila sekolah negeri ataupun swasta tak menggelar sonkla game, dipastikan menyia-nyiakan dana pembinaan ini.

Penyelenggaraan acara ini menurut saya sangat positif untuk menemukan bakat-bakat olahragawan di Thailand. Tak heran bila selama beberapa dasawarsa ini Thailand adalah raja olahraga ASEAN.

Padahal secara geografis dan jumlah penduduk jauh tertinggal dari Indonesia, namun Thailand sanggup menjungkirbalikkan prestasi Indonesia di ranah oahraga.

Bisa jadi sonkla game jawabannya. Tingginya perhatian pemerintah pada dunia olahraga menjadi keberhasilan dengan lahirnya bakat-bakat muda yang dipupuk semenjak di taman kanak-kanak.

Meskipun acara ini hampir sama dengan class meeting yang biasa diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia, secara konsep dan keseriusan penyelenggaraan lebih maksimal dilakukan pihak sekolah.

Asumsi tersebut saya dapatkan dari proses persiapan yang seluruhnya dilakukan oleh guru dengan segala bentuk fasilitas olahraga, bahkan sampai menyewa stadion berstandart nasional.

Rangkaian acaranya pun sangat mengesankan karena semua siswa dipastikan untuk mengikuti perlombaan, mulai dari atletik, sepakbola, bola voli, bola tangan, sampai olahraga-olahraga khas Thailand, seperti petong dan sebon.

Pembiasaan siswa untuk berkompetisi dalam situasi-situasi formal dan fasilitas berstandar membuat sumber daya manusia Thailand terjaga mentalnya sehingga apabila menghadapi even internasional yang sesungguhnya mereka lebih tenang dan memahami medan.

Selain itu, sikap fair play yang diajarkan sejak usia dini membuat festival olahraga ini berjalan dengan damai. Setiap siswa diajarkan untuk siap menang dan kalah.

Hal lain yang cukup berkesan adalah prosesi pengalungan medali bagi setiap siswa yang memenangkan kejuaraan. Sebuah apresiasi optimal meskipun penyelenggaraan hanya dilakukan di ruang lingkup sekolah.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help