Surya/

Citizen Reporter

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan dari Jambore Pemuda Indonesia

16-19 Oktober 2017 puluhan pemuda terbaik dari seluruh Jawa Timur akan mengasah potensi diri di Pantai Prigi Trenggalek sebagai pemimpin masa depan

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan dari Jambore Pemuda Indonesia
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Nanang Syaiful Rohman
Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memiliki program untuk mengembangkan potensi kaum muda lewat Jambore Pemuda Indonesia (JPI). 

Sejatinya program ini sudah berlangsung sejak  1998 dengan nama Kemah Kesatuan Pemuda (KKP) yang berganti Jambore Pemuda Indonesia di awal tahun 2000.

Jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan kaum muda, namun media mengasah diri menjadi pemimpin masa depan. Itu sebabnya peserta JPI adalah mereka yang lolos seleksi dan tes di tataran Jambore Pemuda Cabang (JPC) dan Jambore Pemuda Daerah (JPD).

Rangkaian seleksi yang harus dilalui mulai dari tes administrasi dan interview meliputi kepemimpinan, kewirausahaan, seni budaya, wawasan kebangsaan dan bahasa Inggris.

Masing-masing kota/ kabupaten memiliki JPC dan setiap cabang mengadakan seleksi tingkat kota/kabupaten. Tahun 2017 ini JPD akan dihelat di pantai Prigi, Trenggalek pada 16-19 Oktober 2017.

Nano Syaiful Rohim, Ketua DPC Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Trenggalek, sekaligus panitia JPD bersyukur Trenggalek yang terpilih.

Ia berharap, ajang ini menjadi sarana promosi potensi daerah, dari wisata, makanan, kerajinan dan kesenian. Selain itu, JPD juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat daerah.

Usai mengikuti rangkaian JPC dan JPD, peserta akan diseleksi kembali untuk mengikuti ajag serupa di tingkat nasional, JPI, yang dilaksanakan di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Program ini bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air, memahami keanekaragaman seni budaya, memupuk rasa kesatuan dan persatuan bangsa, serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas pemuda menuju kemandirian.

Dengan mengikuti proses pembelajaran ini diharapkan menjadi bentuk penguatan wawasan kebangsaan pemuda dengan memahami berbagai potensi budaya dan kekayaan alam sebagai sumber utama pembangunan nasional.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help