Surya/

Berita Surabaya

Jelang Akhir Tahun, Serapan Pengerjaan Paving dan Saluran Kampung Surabaya Masih Rendah

Salah satunya banyaknya pengerjaan proyek di lapangan yang kurang baik, sehingga ditolak Pemkot Surabaya.

Jelang Akhir Tahun, Serapan Pengerjaan Paving dan Saluran Kampung Surabaya Masih Rendah
surya/habibur rohman
Ilustrasi pekerja menata paving 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua bulan jelang berakhirnya tahun anggaran belanja 2017, angka serapan proyek saluran dan pemasangan paving di permukiman atau kampung masih rendah.

Dari alokasi anggaran pengerjaan paving dan saluran kawasan pemukiman di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya sebesar Rp 40 miliar, sampai saat ini serapan belum sampai 50 persen.

Kondisi itu dibenarkan Kepala DPRKPCKTR Surabaya Eri Cahyadi. Ia menyebut bulan November mendatang serapan baru akan mencapai 50 persen.

"Saat ini belum 50 persen. Mestinya bulan November depan bisa sampai 50 persen," kata Eri, Jumat (13/10/2017).

Rendahnya serapan program ini dikarenakan beberapa hal.

Salah satunya banyaknya pengerjaan proyek di lapangan yang kurang baik, sehingga ditolak Pemkot Surabaya.

Misalnya, pengerjaan oleh rekanan tidak beres. Kondisi paving tidak rata, tidak rapat, atau tidak sesuai dengan kriteria Pemkot, pengerjaan rekanan tersebut ditolak atau tidak diterima.

"Dua persen saja pengerjaannya nggak sesuai, kita tolak. Kami tidak mau bayar dan meminta semua pavingnya dikembalikan ke rekanan," jelas Eri.

Hal itu dilakukan lantaran proyek pemasangan paving di kawasan permukiman pertanggungjawabannya langsung ke masyarakat.

Jika ada yang tidak beres maka masyarakat akan langsung merasakan dan terdampak. Oleh sebab itu pihaknya tidak ingin pekerjaan dari rekanan dilakukan asal-asalan.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help