Surya/

Lapor Cak

Dinilai Membahayakan, Warga Minta Tiang Reklame 20 Meter Dibongkar

Pembangunan tiang reklame setinggi 20 meter di Jl Basuki Rahmat Gg Lemah Putro III, Surabaya dipersoalkan warga. Ini ketakutan mereka...

Dinilai Membahayakan, Warga Minta Tiang Reklame 20 Meter Dibongkar
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Pembangunan tiang reklame setinggi 20 meter dipersoalkan warga Jl Basuki Rahmat Gang Lemah Putro, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan tiang reklame yang menjulang tinggi di Jl Basuki Rahmat Gg Lemah Putro III, Surabaya, dipersoalkan warga setempat.

Warga merasa keberatan karena khawatir dengan ketinggiannya yang tak biasa dan lokasinya yang ada di sekitar permukiman warga. 

Dua tiang reklame setinggi 20 meter itu sudah dikerjalan dalam dua minggu terakhir ini. Pekerjaan dilakukan pada malam hari.

"Ada sekitar enam orang yang mengerjakan, biasanya dikerjakan malam hari. Kalau siang hari tidak ada aktivitas," sebut Ny Wati, salah satu warga, Jumat (13/2017).

Menurut Ny Wati, tiang sebelumnya sudah ada. Namun, tidak setinggi seperti saat ini. Tiang ditinggikan menjadi sekitar 20 meter dalam pengerjaan selama dua minggu terakhir ini. Keberadaan tuang yang sangat tinggi ini sejatinya tidak dikehendaki warga.

"Warga pada rasan-rasan (mengeluh) soal tiang reklame karena sangat tinggi. Ini bagimana kalau ada angin kencang dan roboh, kan bahaya," ucapnya.

Selain itu, dua tiang reklame yang kini dipersoalkan warga ternyata sudah diberi tanda silang warna merah oleh Satpol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kendati demikian, ternyata para pekerja tidak mengindahkan tanda silang warna merah tersebut.

"Saya tidak tahu, kok masih dikerjakan. Warga sudah keberatan dengan pembangunan reklame ini," cetus wanita kelahiran Bojonegoro ini.

Rasa khawatir dan protes juga dilontarkan Said. Dia berharap ada tindakan tegas yang dilakukan Pemkot Surabaya. Sebaiknya keberadaan pembangunan tiang dan reklame ini dihentikan saja karena memang membahayakan.

"Warga sudah mengingatkan supaya pekerja menghentikan, tapi tidak diperhatikan. Seharsnya kalau sudah disegel, ya tidak usah dilanjutkan," tutur Said.

Dia meminta, pembangunan tiang dan reklame tidak diteruskan. Tiang reklame dibongkar saja lantaran warga juga tidak menghendaki.

Anehnya, Ketua RW 9 Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya, Narko memberi pernyataan berbeda. Warga dikatakan tidak ada yang mengeluh terkait keberadaan tiang reklame yang menjulang tinggi di jalan kampung Lemah Putro III.

"Di lokasi lain juga banyak kok tiang reklame. Silahkan tanya ke Pemkot (Surabaya) saja, terkait dengan penyegelan dan perizinannya," tutur Narko.

(Baca: Pemkot Surabaya Minta Pembangunan Reklame 20 Meter di Basuki Rahmat Distop)

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help