Surya/
Grahadi

Press Release

Buka Pasar Seni Lukis Indonesia, Gus Ipul Ajak Para Seniman Mengenang Leo Kristi

Saat membuka gelaran Pasar Seni Lukis Indonesia ke-10, Wagub Jatim, Gus Ipul, mengajak para peserta mengheningkan cipta untuk Leo Kristi.

Buka Pasar Seni Lukis Indonesia, Gus Ipul Ajak Para Seniman Mengenang Leo Kristi
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf saat melihat sejumlah lukisan yang dipamerkan dalam Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2017 usai secara resmi membuka acara di JX International Ecpo, Jumat (13/10). Saat membuka ajang itu, Gus Ipul mengajak peserta untuk mengenang Leo Kristi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengajak ratusan pelukis mengheningkan cipta sejenak sambil berdoa bagi almarhum Seniman sekaligus musisi Leo Kristi.

Hal itu dilakukan Gus Ipul di sela-sela membuka Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2017 di JX International, Surabaya, Jumat (14/10/2017).

"Mari sejenak kita mengheningkan cipta dan berdoa sesuai agama dan keyakinan untuk Leo Kristi," ajak Gus Ipul seraya menundukkan kepala.

Bagi Gus Ipul, Leo Kristi adalah salah satu seniman besar yang turut andil dalam membangun PSLI yang kini sudah memasuki era ke 10 tahun.

Bahkan di PSLI 2017 kali ini, Leo Kristi sebenarnya telah berjanji untuk ikut tampil dengan membawakan karya-karyanya.

Leo Imam Sukarno atau lebih dikenal dengan nama Leo Kristi adalah musisi pengelana yang amat menikmati karier musiknya di jalanan.

(Baca: LIVE VIDEO - Berburu Lukisan dan Ilmu Melukis di Pasar Seni Lukis Indonesia ke-10)

Terkait PSLI sendiri, Gus Ipul berharap Event ini terus berjalan dan berkembang. PSLI kini menjadi satu-satunya Event pasar lukisan di Indonesia.

"Dulu di Jakarta ada tapi sudah mati kini tinggal di Jawa Timur ini satu-satunya," kata Gus Ipul.

Pemerintah Jawa Timur selama ini juga memberikan perhatian yang cukup serius bagi perkembangan berkesenian khususnya seni lukis. Bahkan agenda PSLI 2017 dimasukkan khusus dalam rangkaian HUT Pemprov Jatim ke 72.

Halaman
123
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help