Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Agresif Sosialisasikan MLT untuk Fasilitas Pembiayaan Perumahan

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Abdul Cholik, mengatakan, ada tiga jenis MLT terkait pembiayaan perumahan pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan Agresif Sosialisasikan MLT untuk Fasilitas Pembiayaan Perumahan
hargarumah.info
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak dilaunching pada pertengahan tahun 2017, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai mengajukan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan pekerja.

Di area Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur kini baru 365 peserta yang memanfaatkan MLT ini.

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Abdul Cholik, mengatakan, ada tiga jenis MLT terkait pembiayaan perumahan pekerja.

"Yaitu Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan Pinjaman Renovasi Rumah (PRR)," jelasnya, Jumat (13/10/2017).

Dari 365 tenaga kerja itu, tercatat 19 tenaga kerja untuk PUMP, 334 tenaga kerja untuk KPR, dan 12 tenaga kerja untuk PRR.

Diakui Abdul Cholik, bila jumlah itu memang masih kecil. Penyebabnya antara lain karena program ini masih baru. Sehingga masih memerlukan sosialisasi yang lebih masif lagi.

"Dulu saat masih dengan nama Jamsostek kami ada layanan fasilitas pinjaman uang muka rumah. Tapi sekarang dengan nama baru, ada program baru yang baru dimulai dipertengahan tahun ini," lanjut Abdul Cholik.

Selain itu, karena masih baru, sudah banyak pekerja yang memiliki KPR dengan bank lainnya. Dan bagi yang sudah memiliki KPR di bank lainnya, tidak bisa berpindah memanfaatkan MLT ini, meski sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Program KPR melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, cukup menarik karena bunga yang dipatok relatif lebih rendah dibanding bunga KPR biasa.

Jika biasanya bunga KPR mencapai 12 persen, melalui program ini tenaga kerja bisa mendapatkan bunga lebih kecil, yaitu Rate Bank Indonesia Reserve Repo (RR) ditambah 3 persen atau untuk saat ini sekitar 7,75 persen selama 20 tahun.

Program ini berlaku untuk pembelian rumah dengan harga maksimal Rp 500 juta. Jangka waktunya hingga 20 tahun.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help