Surya/

Berita Surabaya

Ada Pengacara Nyabu, Begini Reaksi PERADI Surabaya

Seorang pengacara di Surabaya kedapatan mengonsumsi sabu-sabu. Lalu bagaimana tindakan Peradi sebagai organisasi profesi para advokat?

Ada Pengacara Nyabu, Begini Reaksi PERADI Surabaya
Yeargan Barber & Kert
ilustrasi sabu-sabu 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tertangkapnya RN, seorang pengacara saat menggelar pesta sabu-sabu, membuat salah satu asosiasi pengacara Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) sangat menyesalkan.

Pasalnya, pengacara merupakan salah satu penegak hukum yang seharusnya mengetahui tindakan apa saja yang melanggar hukum.

Ketua PERADI Surabaya, Setijo Boesono mengatakan, jika benar RN menjadi pelaku pelanggaran penyalahgunaan narkoba, maka dia harus mempertangungjawabkan kesalahannya.

"Kami sangat menyayangkan. Sebagai penegak hukum malah melakukan pelanggaran. Seharusnya memberi contoh dan tidak melanggar hukum, tapi justru melanggar," sebut Setijo, Jumat (13/10/2017).

Jika nanti terbuka melakukan pelanggaran penyalahgunaan narkoba, lanjut Setijo, RN sudah sepantasnya medapat hukuman sesuai aturan berlaku. Bahkan, bisa lebih berat lagi lantaran sebagai penegak hukum tapi justru berbuat kesalahan.

Kendati demikian, kata Setijo, asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi. Proses hukum biar terus berjalan hingga nanti ada keputusan final di pengadilan Negeri (PN).

Setijo mengaku tdiak tahu, RN itu memang betul-betul seorang advokat atau bukan. Jika betul, juga apakah masuk dalah asosiasi pengacara PERADI Surabaya ata tidak. Jadi, PERADI belum bisa menentukan langkah apakah akan memberi pendampingan hukum atau tidak.

"Saya belum tahu apakah anggota saya (PERADI) atau bukan," pungkas Setijo. 

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help