Surya/

Citizen Reporter

Wisata Ngehits Trinil Bergoyang

kehebohan semakin membara, semua itu disebabkan jenis tanaman yang oleh warga sekitar disebut trinil yang bisa bergoyang...

Wisata Ngehits Trinil Bergoyang
arul chandrana/citizen reporter
Wisata Trinil bergoyang 

Reportase Arul Chandrana
Pegiat literasi

 

SIAPA yang biasanya menghabiskan waktu liburan di hutan? Jawabannya, tentu para pecinta alam. Hutan bukanlah tempat wisata yang populer jika dibandingkan dengan pantai, danau, kawah, maupun tempat wisata buatan seperti waduk, wisata wahana bermain.

Namun, apakah akan sama kejadiannya jika hutannya bukan sembarang hutan? Hutan yang dihiasi dengan pohon bergoyang! Nah, kawasan hutan lindung  di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, sebelah selatan Desa Wide ini beberapa hari terakhir memang menghebohkan dunia maya.

Berbagai macam foto dan caption beredar di medsos mulai Facebook sampai whatsapp. Orang-orang membicarakannya dan tak lama kemudian, stasiun televisi swasta nasional pun meliput hutan Trinil.

Kehebohan semakin membara. Semua itu disebabkan jenis tanaman yang oleh warga sekitar disebut trinil yang bisa bergoyang.

Trinil, jenis tanaman rambat yang batangnya bisa tumbuh sebesar betis orang dewasa. Dia juga bisa tumbuh tunggal atau bergerombol. Trinil kecil tumbuh besar dengan menjalari pohon di sekitarnya, setelah usia tahunan, trinil akan tumbuh cukup kuat menopang dirinya sendiri, bahkan kuat dipanjat manusia.

Karakteristik itulah yang membuat trinil istimewa. Tumbuh meliuk-liuk anggun bak penari balet. Menjalar di satu pohon kemudian menyebarkan sulur-sulurnya ke banyak pohon di sekitarnya.

Setelah cukup waktu, trinil berubah wujud menjadi raksasa yang mencengkeram apa saja di sekitarnya, membentuk pemandangan menakjubkan yang tentu saja sangat menggiurkan dijadikan obyek foto. Trinil raksasa inilah yang menyedot perhatian ratusan manusia setiap harinya. Tua muda, anak-anak dan dewasa, warga setempat dan luar daerah, menggerudug Wide demi berfoto dengan trinil.

Sebagai tempat wisata dadakan, kawasan hutan Trinil tak memiliki tempat parkir layak, apalagi toilet layak. Bahan triplek seadanya dibuatlah gubuk sangat sederhana sebagai toilet darurat.

Halaman
12
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help