Surya/

VIDEO - Telkom Salurkan Dana CSR Untuk Pengembangan UKM di Surabaya

PT Telkom Divre 5 menyalurkan dana CSR untuk membantu pengembangan UKM di Surabaya. Bagaimana cara dapatnya?

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Telkom Divre V ikut membantu kebutuhan UKM di Surabaya.

Program ini berupa bantuan dana dan upaya pembinaan kemitraan secara berkala selama dua tahun.

Salah satu kampung binaan PT Telkom di Surabaya adalah, Kampung Herbal di RT 2/RW 3, Kelurahan Candirejo, Genteng, Surabaya. 

Puji Harsono, Asisten Manager Community Development Center Surabaya menuturkan, di kampung ini setidaknya ada 10 anggota UKM yang ikut bergabung.

Puji melanjutkan, Program Bantuan UKM Digital Telkom tidak mencari keuntungan dari jasa peminjaman uang. Menurutnya, ini memang bentuk program kemitraan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Satu Mitra (UKM) bisa mengajukan pinjaman 10 juta sampai maksimal 75 juta sesuai aturan kementerian. Untuk 20 juta ke atas pakai agunan, sementara yang 20 juta ke bawah tidak pakai agunan. Setiap bulan, Mitra wajib mengembalikan angsuran," tegasnya, Kamis (12/10/2017).

Moch Samsuri, Koordinator Program Kemitraan Telkom Regional Lini ikut menambahkan jumlah angsuran dihitung dari 10 juta (dana pinjaman) ditambah 3 persen (jasa administrasi) dibagi 24 (dua tahun).

"3 persen, jasa administrasi ini adalah biaya pengganti selama pembinaan dan berbagai keperluan UKM. Jadi mitra tidak perlu lagi membayar," tambahnya.

Fahrida Nur Aisyah, Owner Klethikan Suroboyo sekaligus anggota UKM Sentra Olahan Herbal menuturkan, selama satu setengah tahun bergabung dengan binaan PT Telkom, omsetnya naik hingga 150 persen.

"Saya gabung UKM Genteng tahun 2014 silam. Awalnya ya cuma jualan kalau ada pesanan. Semenjak jadi UKM binaan PT Telkom, kami terus diajak pameran," kisahnya.

Menurut Fahrida, bantuan yang diberikan PT Telkom tidak seperti bantuan kebanyakan yang tidak berjangka panjang.

"Kalau di Telkom ini selain kita dipinjami uang dengan angsuran murah, kita juga dapat pembinaan sangat menguntungkan. Yang paling penting itu. Saya jadi tahu teknik marketing dan setiap kali ada even PT Telkom, kita diajak. Jadi yang awalnya cuma ada pesanan, sekarang saya sering kehabisan stok karena permintaan banyak," jelasnya. Pipit Maulidiya

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help