Surya/

Berita Madiun

VIDEO: Bikin Trenyuh! Pengakuan Ibunda Dwi Hartanto, The Next BJ Habibie dari Madiun

Sulastri, ibu kandung mahasiswa doctoral di Technische Universiteit Delft, Dwi Hartanto yang disebut-sebut sebagai "The Next Habibie" meminta maaf

SURYA.co.id|MADIUN - Sulastri (55), ibu kandung mahasiswa doctoral di Technische Universiteit (TU) Delft, Dwi Hartanto yang disebut-sebut sebagai "The Next Habibie" meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia dan Belanda.

Meski mengaku belum mendengar kabar atau berita mengenai anaknya yang kini ramai dibicarakan di media sosial, Sulastri mengatakan ingin meminta maaf apabila anaknya berbuat atau mengucap sesuatu yang salah.

"Semoga warga negara Indonesia semua, warga negara yang kini ditempati, teman-temannya, pak guru, pak dosen, mau memaafkan anak saya kalau punya kesalahan," kata Sulastri sambil menangis, Rabu (11/10/2017) saat ditemui di rumahnya RT 6 / RW 1 Dusun Santan, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Madiun.

Ia menuturkan, setiap manusia pastilah tidak akan luput dari kesalahan. Oleh sebab itu, kepada siapa saja apabila anaknya berbuat salah, ia selaku ibunya ingin meminta maaf.

"Seumpama anak saya salah bicara. Dia punya salah, saya minta maaf sebesar-besarnya," kata Sulastri.

Sebagai orangtua ia selalu berusaha mendidik anaknya agar menjadi orang yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Kepada Dwi, ia selalu berpesan agar tidak sombong dan bersikap baik kepada siapa saja.

"Saya selalu pesan, jangan pernah besar kepala. Harus selalu lemah lembut, cinta Indonesia, jangan lupa orangtua. Sama teman-teman ramah, jangan sombong," katanya.

Ia mengaku sangat rindu dengan anak sulungnya. Dia berharap anaknya segera pulang mengunjunginya. Maklum, di rumah Sulastri hanya tinggal sendirian.

Sulastri mengaku jarang berkomunikasi dengan Dwi sejak anaknya itu kuliah di Belanda. Terakhir, Dwi pulang ke Madiun untuk menghadiri acara 40 hari meninggalnya ayah kandungnya, awal Januari 2017.

"Terakhir pulang awal Januari 2017, waktu acara 40 hari meninggalnya ayahnya. Waktu ayahnya meninggal, dia tidak bisa pulang," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help