Surya/

Bisnis

Penjualan Tumbuh 9,5 Persen, Semen Gresik Tambah Kapasitas Produksi di Pabrik Rembang

PT Semen Gresik akan mendongkrak kapasitas produksi pabriknya di Rembang untuk merespon kenaikan pasar semen nasional.

Penjualan Tumbuh 9,5 Persen, Semen Gresik Tambah Kapasitas Produksi di Pabrik Rembang
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Gatot Kustyadji (kanan), Direktur Utama PT Semen Gresik, saat menerima penghargaan lima emas dari Pemprov Jatim, Kamis (12/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga Agustus 2017, PT Semen Gresik mampu meningkatkan volume penjualan hingga 9,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Kenaikan itu melebihi target yang diperkirakan, yaitu di angka 7 persen. 

"Kami konsisten tumbuh sesuai dengan pertumbuhan pasar semen yang ada di Indonesia. Tapi sampai Agustus ternyata sudah lebih," kata Gatot Kustyadji, Direktur Utama PT Semen Gresik, usai menerima penghargaan dari Pemprov Jawa Timur yang diserahkan saat upacara HUT Provinsi Jatim ke 72, Kamis (22/10/2017).

Sementara itu, untuk pasar semen nasional diperkirakan akan naik 5 persen dibanding tahun 2016.

Namun di semester II, pasar sudah tumbuh lebih dari 5 persen, karena adanya kegiatan pembangunan perumahan dan infrastruktur yang semakin masif.

"Di semester II, terutama mulai Agustus, banyak anggaran proyek pemerintah yang cair. Saat ini dengan konsentrasi pemerintah pada pembangunan infrastruktur, menjadi salah satu pendorong meningkatnya penjualan semen kami," lanjut Gatot.

Pihaknya juga berharap kondisi ini akan berlangsung hingga akhir tahun dan tahun-tahun selanjutnya.

Sehingga produk Semen Gresik bisa lebih banyak terserap.

Mengingat, pihaknya juga menggenjot produksi semen dengan menambah kapasitas produksi di Pabrik Rembang. Apalagi di Pabrik Rembang, kinerjanya belum optimal karena masih baru.

"Kontribusi Rembang saat ini masih belum full, masih sekitar 900.000 ton untuk tahun ini. Kapasitas Pabrik Rembang itu sekitar 3 juta ton. Karena rembang ini start baru juni kemarin," jelas Gatot.

Ditargetkan produksi full kapasitas pabrik Rembang bisa dimulai di tahun 2018. Apabila sudah full kapasitas, ditargetkan bisa produksi semen sampai 15 juta ton. Sedangkan total produksi Semen Gresik sampai akhir tahun, ditargetkan mencapai 12,3 juta ton. Hingga September 2017 sudah mencapai 10,12 juta ton. Dengan kontributor terbesar, pabrik di Tuban dan Gresik.

Terkait dengan pasar ke depan, Gatot masih tetap optimistis produksi 15 juta ton akan mampu terserap.

Saat ini, pembangunan infrastruktur berupa jalan tol yang dibangun pemerintah cukup banyak menyerap semen.

"Kalau misalnya pemerintah mengurangi anggaran untuk infrastruktur maka tentu ada pengaruhnya di semen. Tetapi apakah ada kompensasi yang lain. Karena biasanya selalu berimbang. Kalau infrastruktur kurang, masuk ke perumahan rakyat. Seperti itu," ungkap Gatot.

Jadi alokasi anggaran pemerintah untuk bidang pembangunan tidak semuanya infrastruktur jalan, bisa dalam bentuk lain.

Sementara itu, terkait penghargaan yang diterima oleh Semen Gresik dari Pemprov Jatim, meliputi lima emas untuk loma kategori. Yaitu kategori Perkantoran, Produksi, Workshop, Gudang, dan Lingkungan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help