Surya/

Berita Sidoarjo

Pendangkalan dan Penyempitan Sungai di Sidoarjo Kian Memprihatinkan

Sungai-sungai di Sidoarjo mengalami pendangkalan dan penyempitan yang cukup parah. Akibatnya, Sidoarjo rawan banjir.

Pendangkalan dan Penyempitan Sungai di Sidoarjo Kian Memprihatinkan
surabaya.tribunnews.com/irwan syairwan
Sungai Sidokare, salah satu sungai di kawasan Lingkar Timur yang mengalami pendangkalan cukup parah sehingga menyebabkan kawasan sekitarnya rawan banjir. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sungai-sungai di Sidoarjo mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air tatkala hujan.

Untuk mengembalikan hal tersebut, Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bakal menormalisasi sungai.

Kepala Bidang Pengairan, Bambang Tjatur Miarso, mengatakan pihaknya akan menormalisasi enam sungai utama di Kota Delta. Sungai-sungai tersebut di antaranya, Kali Buntung, Sungai Sidokare, Kali Bangiltak, Kali Klutuk, Sungai Ketapang, dan Kali Gedangan.

"Mumpung masih musim panas, akan kami normalisasi," kata Bambang, Kamis (12/10/2017).

Bambang menuturkan sebagian besar sungai menhalami penyempitan akibat pemanfaatan liar sepadan sungai dan juga pendangkalan karena sedimentasi. Dicontohkan, Sungai Sidokare yang harusnya memiliki lebar 15 meter dengan kedalaman 3 meter, kini di banyak titik mengalami penyempitan hingga 5 meter dengan kedalaman 1,5 meter.

Akibatnya, ketika debit air tinggi masuk, sungai itu tak mampu menampung sehingga meluber dan menyebabkan banjir.

Penyempitan badan sungai ini terjadi karena pemanfaatan lahan oleh oknum warga yang membangun bangunan di sepadan sungai. Bahkan, 60 persen bangunan yang menyebabkan penyempitan sungai ini memiliki sertifikat tanah, yang mana harusnya tidak bisa didirikan bangunan dan kepemilikan atas tanah.

Kendati demikian, Bambang menyatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk kembali memperlebar kondisi badan sungai seperti sedia kala. Pihaknya berpegang pada aturan agar sepadan sungai tidak boleh ada bangunan.

"Nantinya bangunan-bangunan di sepadan sungai itu akan ditertibkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Sigit Setyawan, menambahkan bidang Pengairan lambat melaksanakan program karena anggarannya masih tertahan di Dewan. Setifaknya, dibutuhkan Rp 11 miliar untuk melakukan normalisasi sungai-sunhai tersebut.

"Dananya masih ditunda karena ada kendala aturan saat pengajuan PAK. Kami terus konsultasi ke Dewan untuk permasalahan ini karena ingin segera melakukan normalisasi tersebut," imbuh Sigit.

Dikatakan, kondisi sungai-sungai Sidoarjo dalam keadaan parah sehingga perlu diupayakan segera untuk dibenahi.

"Begitu dananya cair oleh Dewan, langsung kami kebut. Kami upayakan November sudah bisa," ucapnya

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help