Surya/

Komisi C DPRD Surabaya Desak Pemkot Evaluasi Tim Appraisal Dalam Proyek JLLB

Komisi C DRPD Kota Surabaya mendesak agar tim appraisal proyek JLLB bentukan Pemkot Surabaya dievaluasi karena dinilai kurang transparan.

Komisi C DPRD Surabaya Desak Pemkot Evaluasi Tim Appraisal Dalam Proyek JLLB
surya/nuraini faiq
WADUL DEWAN - Puluhan warga Sememi Jaya, Keluruhan Sememi, Surabaya, mendatangi Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (12/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi C DRPD Kota Surabaya mendesak agar tim appraisal proyek JLLB bentukan Pemkot Surabaya dievaluasi karena dinilai kurang transparan.

Machmud, anggota Komisi C menegaskan bahwa warga tidak boleh menjadi korban proyek Pemerintah.

"Tim appraisal itu harus dievaluasi. Tim harus merinci detail untuk memberi ganti rugi sesuai harga pasar. Bukan menerka begitu saja tanpa masyarakat diberi tahu nilai yang sesungguhnya," kata Machmud. 

Sementara itu, Kepala PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati membantah bila disebutkan nilai ganti rugi tak sesuai harga pasar.

"Semua sudah dalam hitungan tim appraisal. Karena ini proyek Pemerintah maka kami memberikan harga yang pantas. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah," kata Erna.

Erna menyebutkan bahwa harga tanah ganti rugi itu disesuaikan kelas jalan.

Menurutnya, Nilai jual objek pajak (NJOP) menjadi pertimbangan utama dalam penentuan nilai ganti rugi. 

"Yang kami ketahui semua nilai bangunan itu harga ganti ruginya relatif sama. Namun semua wewenang tim appraisal," dalih Erna.

Dia menambahkan, usai pengukuran maka akan dilakukan pembayaran ganti rugi.

Dikatakan Erna, dari 19,8 kilometer JLLB itu lahan warga yang harus dibebaskan hanya 20 persen, termasuk di Sememi. Sedangkan lainnya adalah lahan milik pengembang dan sekarang sudah proses dibangun oleh 11 pengembang.

Mendengar hal ini, warga makin kecewa. Mereka membandingkan rumah yang berdinding tembok dengan keramik tentu lain. Begitu juga rumah cor atau rumah bertingkat dengan yang tidak cor dan tidak bertingkat harus beda.

"Kami minta bantuan anggota dewan untuk mengawal Ganti rugi tempat tinggal kami," ucap Pratikno.

JLLB akan dibangun dengan melewati empat kecamatan dan sepuluh kelurahan di Surabaya Baret. Yaitu di kelurahan Sememi, Kandangan, Tambak Osowilangun, Romokalisari, Babat Jerawat, Pakal, Beringin, Made, Jeruk dan juga Lakarsantri.

(Baca: Terkait Proyek JLLB, 35 Warga Sememi Jaya Ramai-ramai ke Gedung Dewan, ternyata Wadul soal ini)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help