Surya/

Ketua KSP Galang Artha Sejahtera Bantah 300 Kredit KUR yang Diajukan ke BNI Cabang Madiun Fiktif

Ketua KSP Galang Artha Sejahtera membantah tuduhan bahwa koperasi yang dikelolanya mengajukan KUR Fiktif ke BNI Cabang Madiun.

Ketua KSP Galang Artha Sejahtera Bantah 300 Kredit KUR yang Diajukan ke BNI Cabang Madiun Fiktif
ANTARA FOTO
Ilustrasi KUR BNI. 

SURYA.co.id| MADIUN - Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera, Hendri Winarno (35) membantah tuduhan koperasi yang dikelolanya mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) fiktif ke BNI Cabang Madiun.

Ditemui di rumahnya, di Kelurahan Bangunsari RT 29/ RW 06 Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Hendri mengatakan semua proses pengajuan kredit sudah melalui prosedur dan disetujui oleh pihak bank. Seluruh pemohon KUR juga telah melalui survey oleh pihak bank.

"Semua persyaratan lengkap. Semua melalui survey dan disetujui pihak bank," kata Hendri yang menolak untuk difoto, Kamis (12/10/2017) sore.

Oleh sebab itu, ia menolak dan membantah tuduhan KUR yang disalurkan BNI Cabang Madiun kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera fiktif. Ia juga menyangkal memanipulasi data nama pemohon serta melakukan mark up besaran kredit yang diajukan pemohon.

"Tidak setuju. Semuanya sudah sesuai, jaminanannya juga ada," kata pria berkacamata yang mengaku sudah beberapa kali diperiksa di Polres Madiun.

(Baca: Ratusan Pemohon KUR Koperasi di BNI Madiun Ternyata Fiktif, Negara Rugi Hingga Rp 1,4 Miliar)

Sementara itu, ditanya apakah ada keterlibatan oknum pegawai BNI Cabang Madiun dalam kasus ini, pihaknya enggan berkomentar.

"Kalau mau minta keterangan ke polisi. Semua keterangan saya sudah di polisi, nanti tanya ke polisi saja," kata Hendri yang kemudian menolak untuk diwawancara.

Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun menemukan aliran dana kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan BNI Cabang Madiun kepada Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera yang diduga fiktif. Akibatnya negara diperkirakan rugi hingga Rp.1.439.895.184.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono menuturkan, modus yang dilakukan dengan cara merekayasa data anggota koperasi sebagai pemohon kredit yang seolah-olah mengajukan KUR.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help