Surya/

Berita Surabaya

Kecamatan Tambaksari dan Dua Kawasan ini Rawan Demam Berdarah, ternyata Penyebabnya . . .

Selain Tambaksari, kata dia, kawasan Putat dan Tandes termasuk rawan terhap hal serupa.

Kecamatan Tambaksari dan Dua Kawasan ini Rawan Demam Berdarah, ternyata Penyebabnya . . .
surya/sulvi sofiana
WASPADA DB : Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Surabaya,dr Mira Novia (kanan) dalam media briefing 'Nyamuk Bandel, Perkembangannya & Wabah yang Ditimbulkan' di hotel kawasan Embong Malang Surabaya, Kamis (12/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Kecamatan Tambaksari di Surabaya rawan demam berdarah, meskipun setiap tahunnya penderita demam berdarah terus berkurang. Tetapi jumlah penderita demam berdarah di kecamatan tersebut masih tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Surabaya, dr Mira Novia mengutarakan hal itu dalam media briefing 'Nyamuk Bandel, Perkembangannya & Wabah yang Ditimbulkan' di hotel kawasan Embong Malang Surabaya, Kamis (12/10/2017).

Selain Tambaksari, kata dia, kawasan Putat dan Tandes termasuk rawan terhap hal serupa.

Ini lanataran pada daerah tersebut termasuk kawasan padat penduduk.

Rumah dibangun berpetak dengan irigasi dan kebersihan masih kurang.

"Tetapi, kami sudah banyak sekali melakukan sesuatu dan itu disuport Bu Wali. Para camat dan lurah juga setiap Jumat pagi selalu kerja bakti," jelasnya.

Mira mengungkapkan tren kasus DBD di Kota Surabaya menunjukkan penurunan hingga September 2017.

Hal ini bisa dilihat pada tahun 2016 tercatat 938 dan tahun ini tercatat ada 302 kasus.

"Artinya, dari angka itu sangat menurun drastis kasus DBD di Surabaya," jelasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help