Surya/

Berita Surabaya

Kantor Mendagri Diserang, Kata Tjahjo Kumolo : Itu Sama Saja Menampar Saya

Menurutnya adalah hak Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan hasil sengketa Pilkada. Hasil itu sudah final dan mengikat.

Kantor Mendagri Diserang, Kata Tjahjo Kumolo : Itu Sama Saja Menampar Saya
surya/istimewa
Mendagri Tjahjo Kumolo saat peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke 72, Kamis (12/10/2017). 

SURYA.co.id SURABAYA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung bersikap atas penyerangan sekelompok orang ke kantornya.

Dia merasa dipermalukan atas aksi sekelompok masyarakat dari Tolikara.

"Merusak kantor sama saja dengan menampar wajah saya. Saya minta diproses secara hukum para pelaku itu," kata Mendagri Tjahjo usai menjadi Inspektur Upacara Hari Jadi Jatim ke-72, Kamis (12/10/2017).

Tidak saja mencerminkan ketidakdewasaan tapi sudah anarkis.

Apalagi aksi sekelompok warga itu mendatangi kantornya sudah salah alamat.

Menurutnya adalah hak Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan hasil sengketa Pilkada.

Hasil itu sudah final dan mengikat.

"Tapi soal ada kecurangan, soal ada gugatan sudah diproses semua. Mudah-mudahan ini tidak berimbas pada yang lain," tegas Tjahjo.

Dia meminta aparat menindak tegas pelaku penyerangan hingga mengakibatkan sejumlah kerusakan di kantor Kemendagri.

Sekelompok orang yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara menyerbu kantor Kemendagri.

Mereka diduga pendukung calon Bupati Tolikara Jhon Tabo - Barnabas Weya yang kalah pada Pilkada 2017 lalu.

Tjahjo menyesalkan kejadian tersebut. Sebab, tuntutan massa salah alamat.

Bahkan, Kemendagri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono sudah dua kali menemui massa tersebut dan menjelaskan secara baik-baik pokok permasalahan yang mereka tuntut.

"Saya sudah terima mereka dua kali. Dirjen saya menerima terus, tapi tidak bisa, bukan kewenangan Mendagri, apalagi permintaan dia memberikan SK bagi yang kalah untuk membatalkan keputusan MK itu kan tidak bisa," kata Tjahjo

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help