Surya/
Grahadi

Beranda Grahadi

Jatim Provinsi Parasamya Purna Karya Nugraha

Jatim pertama kali menerima penganugerahan Parasamya Purna Karya Nugraha pada REPELITA I dari pemerintah, yakni pada 1974.

Jatim Provinsi Parasamya Purna Karya Nugraha
foto:humas pemprov jatim
PIALA - Pakde Karwo menerima Piala Samkarya Parasamya Purnakarya Nugraha dari Mendagri pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jatim, Kamis (12/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyerahan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha oleh Presiden RI yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/10/2017), mentahbiskan Jatim sebagai Provinsi Parasamya Purnakarya Nugraha.

Jatim pertama kali menerima penganugerahan Parasamya Purna Karya Nugraha pada REPELITA I dari pemerintah, yakni pada 1974. Penyerahan saat itu diberikan Presiden Soeharto kepada Gubernur saat itu, Raden Panji Moh Noer, untuk periode penilaian 1969-1973.

Pada 2014, Jatim kembali mendapatkan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha setelah 40 tahun penganugerahan penghargaan ini sempat terhenti, karena adanya perubahan sistem pemerintahan.

Sesuai dengan UU No 20/2009 tentang Pemberian Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Parasamya Purna Karya Nugraha diberikan sebagai penghargaan kepada institusi pemerintah/organisasi yang menunjukkan karya tertinggi pelaksanaan pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat selama tiga tahun berturut-turut.

Tahun 2014, Jatim menerima penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.
Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2010, tahun 2011 dan tahun 2012 oleh tim nasional, kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerahnya menduduki peringkat pertama atau terbaik secara nasional, atau penerimaan kedua setelah 1974.

Tahun 2017, berdasarkan evaluasi kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2013, tahun 2014 dan tahun 2015 oleh pemerintah pusat, Jatim dinilai dapat mempertahankan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerahnya terbaik secara nasional.

Dengan demikian, Jatim mendapatkan kembali penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha untuk ketiga kalinya.

Penerimaan penghargaan pada Upacara Hari Jadi ke-72 Provinsi Jatim dengan tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia lewat Pendidikan Kejuruan sebagai Solusi Menuju Jawa Timur Mandiri dan Berdaya Saing Global” ini dihadiri 3.200 undangan dari berbagai komponen di Jatim, seperti DPRD, mantan gubernur dan wakil gubernur Jatim, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan negara sahahat.

Pasukan upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim ini terdiri 34 peleton antara lain Gartap III Surabaya, Polda Jatim, Perwakilan Lurah se-Jatim, Purna Praja IPDN Jatim, DP Korpri Jatim, Bela Negara Prov. Jatim. Juga, Dishub dan LLAJ Jatim, Bapenda Jatim.

Selanjutnya, ATKP Surabaya, Akademi Perikanan Sidoarjo, Akademi Politeknik Pelayaran, SMA Hang Tuah, SMK Wachid Hasyim, SMK AL, PGRI Jatim, Serikat Pekerja, Purna Paskibraka Jatim, Banser, dan atlet KONI Jatim.

Upacara Peringatan HUT Ke-72 Provinsi Jatim juga dimeriahkan paduan suara dan tampilan kesenian dari berbagai unsur, seperti Persatuan Pegiat Paduan Suara Pusaka Jatim, Universitas NU Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Dr. Soetomo, SMAN 6 Surabaya, SMAN 15 Surabaya, dan SMA Trimurti Surabaya.

Juga, Gabungan Gereja GKI, GPIB dan GKJW, Cheng Hoo, Panti Asuhan Muhammadiyah, Shine Harmony, Surabaya Singer.

Selain itu, sebanyak 250 TNI, 50 orang dari KONI Jatim, dan 50 orang Yayasan Jantung menampilkan Tari Joget Maumere.

Dari kalangan Seniman Muda Jatim dari Kab. Bondowoso, Kab. Madiun, Kota Malag, Kab. Gresik, Kota Surabaya, serta Reog Ponorogo Universitas Brawijaya Malang juga menyemarakkan Peringatan Hari Jadi ke-72 Prov. Jatim dengan Tarian Kolaborasi Jatim Specta. (rif/fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help