Surya/

Pemprov Jatim

Ini Pesan-pesan Pakde Karwo kepada Penerusnya Nanti terkait Pembangunan Jatim

"Beberapa pengamat menilai calon gubernur yang ada selama ini belum banyak berbicara soal ide penerapan sains dan teknologi," ujar Pakde Karwo.

Ini Pesan-pesan Pakde Karwo kepada Penerusnya Nanti terkait Pembangunan Jatim
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Gubernur Soekarwo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Soekarwo tinggal setahun lagi menuntaskan masa kerjanya sebagai pemimpin di Provinsi Jatim.

Tahun depan, pria yang akrab disapa Pakde ini digantikan gubernur yang baru periode 2018-2023.

Di tahun kesembilan pemerintahannya ini, Pakde tak memungkiri bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, di antaranya, masalah kemiskinan dan lapangan pekerjaan.

Untuk menyiasati hal ini, Pakde menyebut perlu ada inovasi gubernur penerusnya untuk memaksimalkan peningkatan tersebut, termasuk pemanfaatan teknologi.

"Beberapa pengamat menilai calon gubernur yang ada selama ini belum banyak berbicara soal ide penerapan sains dan teknologi," ujar Gubernur Jatim dua periode ini.

Pakde mencontohkan pentingnya industrialisasi dalam bidang pertanian.

Seringkali, para petani salah menjual produk olahan petani akibat rendahnya pemahaman terhadap nilai jual produk olahan.

"Kedepan, harus ada proses industriasi di pertanian. Yang didapat petani itu rendah karena petani jualan gabah," ujar Pakde.

"Seharusnya, yang dijual adalah beras. Kalau itu bisa diselesaikan, maka akan menjadi model," lanjutnya.

"Kemudian, memelihara lele, kalau yang dijual lele, tak laku. Maka lelenya harus dibuat bentuk kripik, abon, dan sebagainya," jelas Pakde.

Pemanfaatan teknologi ini harus diimbangi dengan peningkatan infrastruktur.

"Baru kemudian untuk mempercepat proses pertumbuhan ekonomi ini bisa ditunjang dengan infrastruktur," lanjutnya.

Sedangkan untuk memperluas lapangan pekerjaan, Ketua DPD Demokrat Jatim ini mengusulkan adanya kemudahan investasi.

Total nilai investasi mencapai Rp 165 triliun berpotensi menyerap 420.000 lapangan kerja.

"Potensi penyerapan tenaga kerja melalui investasi itu besar meskipun tak bisa cepat," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help