Surya/

sambang kampung

Warga Kampung Nelayan Cumpat Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bantu Pemasaran

Untuk memasarkan produk-produk buatan warga kampung nelayan Cumpat, telah dimanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Warga Kampung Nelayan Cumpat Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bantu Pemasaran
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Warga kampung nelayan Cumpat di Kelurahan Bulak, memanfaatkan limbah kulit kerang untuk membuat paving. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lurah Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Edy Purwanto, sangat mendukung pengembangan usaha di RW 2 Cumpat. Menurutnya, potensi usaha di sana cukup prospektif ditambah peluang dunia usaha di era digital saat ini.

"Kami mendukung dengan banyak cara. Yang pertama dari sisi modal, kelurahan membantu untuk penyediaan pasir dan semen. Ada potensi dan semangat, warga harus diberi dukungan," kata Edy, pada Surya, akhir pekan lalu.

Untuk pemasaran, pihaknya akan membantu memanfaatkan jaringan grup di jejaring perpesanan seperti whatsapp, juga di media sosial seperti facebook, dan promosi ke Pemkot.

Sebab paving dan pakan ternak yang kini dikembangkan menjadi kebutuhan tidak hanya di kampungnya, melainkan justru berpotensi dipasarkan di luar daerah.

"Di Cumpat tidak ada peternakan, tapi di daerah lain banyak. Maka pemasarannya harus dijangkau sampai ke konsumen yang membutuhkan," ucap Edy.

(Baca: Manfaatkan Limbah Kulit Kerang, Warga Kampung Cumpat Produksi Bahan Pakan Ternak)

Ia turun langsung melihat proses produksi, baik pembuatan paving maupun pakan ternak. Branding usaha paving kerang khas Cumpat siap dipasarkan dengan desain unik. "

Rencananya dibuat koperasi, karena memang beium ada di Cumpat. Akan ditata sembari jalan, supaya usaha dan permodalan terus menyokong adanya usaha kecil dari warga," paparnya.

Di sisi lain, pihaknya menunggu datangnya bantuan alat pencacah kulit kerang yang sempat dijanjikan perguruan tinggi, UINSA dan dari Pemprov Jatim.

"Saat datang ke Cumpat beberapa bulan lalu, UINSA dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf menjanjikan memberi bantuan alat pencacah kerang, kami masih menunggu agar bisa meningkatkan produksi," pungkas Edy. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help