Surya/

Lapor cak

Tumpukan Box Culvert di Jalan Kusuma Bangsa Membahayakan Pengendara

Para pengendara yang melintas di Jalan Kusuma Bangsa pun mengeluhkan keberadaan box culvert karena menghalangi jarak pandang.

Tumpukan Box Culvert di Jalan Kusuma Bangsa Membahayakan Pengendara
surya/habibur rohman
HALANGI PANDANGAN - Tumpukan box culvert yang persis di persimpangan Jl Kusuma Bangsa -Jl Kalianyar Surabaya, Rabu (11/10/2017). Tumpukan box culvert ini menggangu pandangan pengendara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sudah empat hari ini pelaksana proyek gorong-gorong menaruh box culvert di trotoar Jalan Kusuma Bangsa yang menyambung ke Jalan Kalianyar. Tumpukkan box culvert setinggi sekitar 1,5 meter itu berada di tikungan.

Para pengendara yang melintas di Jalan Kusuma Bangsa pun mengeluhkan keberadaan box culvert karena menghalangi jarak pandang arus lalu lintas dari arah Jalan Kapasari. Alhasil, para pengendara meminta tumpukkan material itu dipindahkan.

Agus Rahmat (41) merupakan seorang pengendara yang mengeluhkannya. Ia mengakui, keberadaan material itu tidak berpengaruh, tapi saat kondisi jalan lenggang.

“Bahayanya kalau pas ramai, sebab juga ada kendaraan dari Jalan Kapasari. Biasanya bisa lewat di antara mobil, sekarang nggak bisa karena nggak kelihatan kendaraan di tikungan,” ujar Agus, Rabu (11/10/2017).

Ia berharap pelaksana proyek menaruh box culvert lebih ke dalam. Tidak berada di pinggir jalan atau bisa disusun dengan tinggi kurang dari 1 meter.

Bukan hanya Agus saja yang mengeluhkan itu. Pengendara mobil bernama Johanes (27) yang melintas di sana juga merasa terganggu. Ia pun harus ekstra hati-hati ketika akan menikung.

“Kalau saya ya pelan pas lewat tikungan, tetapi kadang ada sepeda motor yang nerobos gitu saja, bikin panik karena jalan di depan tidak terlihat tertutup box culvert pas tikungan,” bebernya.

Selain menganggu pemandangan pengendara yang akan berbelok ke kiri, box culvert itu juga mengganggu para pejalan. Trotoar yang biasanya terbuka, kini tertutup box culvert, kesannya melewati gang sempit.

Serem
Seorang pejalan kaki, Andre Gunawan (15) mengatakan, saat siang hari trotoar terkesan menyeramkan karena gelap tertutup. “Ya untungnya ada warung dan tambal ban di kedua sisi. Kalau yang jalan cewek pasti serem kalau pas sepi,” ungkap siswa SMA ini saat melintas di sana.

Di antara para pengendara dan pejalan yang mengeluhkan, warga kampung di sekitar sana, Yusuf (35) malah memaklumi. Menurutnya, para pelaksana proyek telah menemui pengurus kampung sebelum meletakkan box culvert.

Dari alasan pelaksana, kata Yusuf, box culvert tidak bisa diletakkan menjorok ke dalam trotoar karena alat beratnya tidak bisa melindas badan totoar. Yusuf mendapatkan informasi, box culvert itu rencananya dipasang di saluran air kampung.

“Forcliftnya nggak bisa naik ke trotoar, anjlok nanti (kalau dinaikkan),” ungkapnya.

Selengkapnya lihat tayangan video berikut:

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help