Surya/

Liga 2

Terungkap, ternyata begini Awal Mula Kericuhan PSBK Vs Persewangi hingga Berbuntut Sanksi

"Ini sebuah pelajaran, soal pemahamanan regulasi harus dipegang baik-baik,"Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB)Tigor Shalomboboy.

Terungkap, ternyata begini Awal Mula Kericuhan PSBK Vs Persewangi hingga Berbuntut Sanksi
foto:istimewa/syaiful arif untuk surya.co.id
Wasit laga PSBK Blitar dan Persewangi Banyuwangi jadi bulan-bulanan pemain. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak pihak penasaran penyebab 'panasnya' pertandingan PSBK Blitar melawan Persewangi Banyuwangi, Selasa (10/10/2017) di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sejatinya, sejak sebelum laga dimulai, kedua tim sudah saling gemas, lantaran pentingnya laga tersebut menentukan langkah ke babak play off Liga 2.

Semula, Persewangi telah berhak lolos ke babak play off Liga 2 Grup H, namun PSSI memutuskan menganulir dan mengharuskan Persewangi menjalani babak play off khusus melawan PSBK Blitar yang digelar, Selasa kemarin.

Pertemuan keduanya di babak khusus ini bukan suatu kebetulan. Ini bermula saat di klasemen akhir Grup 6 Liga 2, saat itu Persewangi berada di peringkat keempat dan PSBK Blitar di urutan kelima, dengan poin sama yakni 18 poin, dengan rincian Persiwangi unggul satu gol.

Sesuai aturan sebenarnya PSBK Blitar unggul head to head karena unggul dalam hal gol tandang atas Persewangi.

Namun, dari PT LIB menilai head to head dari kedua tim sama karena mereka saling mengalahkan.

Tak terima dengan keputusan PT LIB, PSBK Blitar akhirnya melakukan protes kala itu pada PSSI dan bandingnya diterima.

Akhirnya laga perebutan tiket Play off digelar lalu berujung ricuh.

Akibat kericuhan ini Persewangi gagal melaju ke babak play off Liga 2 karena didenda Rp 100 juta dan dikalahkan 3-0 dari PSBK Blitar.

Terkait hal ini, Tigor Shalomboboy,Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), berharap kasus ini menjadi pelajaran semua pihak agar tak terulang.

"Ini sebuah pelajaran, soal pemahamanan regulasi harus dipegang baik-baik. Awalnya soal permasalahan head to head yang hitung prosesnya berbeda dan akhirnya kemana-mana," ujar Tigor.

Berikut videonya:

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help