Surya/

Berita Surabaya

Siswa Manfaatkan Matahari Tepat di Atas Surabaya untuk Kegiatan ini

Peristiwa ini yang dinantikan para siswa dalam praktek pelajaran yang menghadirkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya ini.

Siswa Manfaatkan Matahari Tepat di Atas Surabaya untuk Kegiatan ini
surya/sulvi sofiana
Siswa SD Muhammadiyah saat melihat matahari dan juga hilangnya bayangan benda yang tegak lurus sebagai penanda akan datangnya waktu shalat shuhur di halaman sekolah, Rabu (11/10/2017 

SURYA.co.id | SURABAYA – Puluhan siswa SD Muhammadiyah terlihat berkumpul di halaman sekolah. Meskipun cuaca siang ini cukup terik, mereka tetap antusias berkumpul di lapangan.

Mereka mengelilingi dua paralon yang diletakkan tegak lurus dengan papan triplek. Bayangan paralon saat itu terlihat bergeser, bersamaan dengan hitungan mundur siswa bayangan itu perlahan menghilang.

Peristiwa ini yang dinantikan para siswa dalam praktek pelajaran yang menghadirkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya ini.

Para siswa ini menantikan peristiwa titik zenith di Surabaya, yaitu saat matahari tepat di atas Kota Surabaya untuk menentukan penanda waktu shalat dhuhur akan tiba.

Muhammad Davian Pratama (9), siswa kelas 3 bahkan tampak mengerutkan keningnya ketika menunggu momen menghilangnya bayangan tersebut. menurutnya, baru kali ini ia tahu bayangan bisa hilang sebagia penanda waktu shalat.

“Baru tahu kalau orang dulu menentukan shalat sesulit ini, panas sekali,” ujarnya.

Ahmad Zainuri Arif, Humas SDM 24 Surabaya mengungkapkan siswa yang tergabung dalam kegiatan ini mulai dari kelas 3 hingga kelas 6.

Kegiatan di luar kelas ini merupakan materi untuk pelajaran Keislaman dan Kemuhammadiyahan.

“Kalau di kelas tidak pernah ada pelajaran yang masuk kategori ilmu falak ini. Tetapi ketika ada kerjasama dengan universitas, selama ilmunya bermanfaat dan bisa mudah dicerna siswa tidak masalah,” ujarnya.

Mubassir, mahasiswa UMS mengungkapkan selama setahun terdapat 2 kali titik Zenith di Surabaya. Yaitu pada 11 Oktober dan 1 Maret.

Meskipun peristiwa biasa, tetapi bagi dirinya yang mempelajari ilmu Falaq materi ini sangat langka karena terjadi secara alami hanya selama 1 sampai 2 menit saja.

“Tepatnya pukul 11.16 WIB, matahari melintasi titik Zenith 98,9 derajat di kota Surabaya.Kondisi di mana matahari tepat di atas benda dan sinarnya menyinari seluruh permukaan benda sehingga tidak terlihat bayangannya,” ujarnya

Di dalam Islam, fenomena ini disebut istiwa'. Kondisi yang dilarang untuk melakukan shalat Dhuhur. Fenomena ini terjadi kisaran 1 atau 2 menit saja. Jika kondisi bayanyan terlihat lagi di sisi timur, maka waktu shalat Dhuhur sudah tiba.

“Praktik begini lebih mudah untuk anak-anak SD ketimbang hitungan matematika," jelasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help