Surya/

Seorang Anggota Gerombolan Anak Punk Pembunuh Imam Subekti Dituntut Masuk Pondok Pesantren

Seorang anggota gerombolan anak punk di Kediri yang membunuh kawannya sendiri, dituntut jaksa dengan hukuman masuk ponpes.

Seorang Anggota Gerombolan Anak Punk Pembunuh Imam Subekti Dituntut Masuk Pondok Pesantren
surya/didik mashudi
Beberapa anak punk yang ditangkap polisi setelah mengeroyok seorang temannya sendiri di Kediri hingga tewas. 

SURYA.co.id | KEDIRI -  Agenda sidang dengan terdakwa enam anak punk pelaku pengeroyokan Imam Subekti alias Rege (25) di PN Kota Kediri telah memasuki tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Rabu (11/10/2017).

JPU Sigit Artantojati SH menyebutkan, terdakwa paling berat dituntut hukuman 3 tahun 10 bulan penjara dan paling ringan dimasukkan ke pondok pesantren.

Terdakwa dengan tuntutan paling berat Ft dituntut 3 tahun 10 bulan. Empat terdakwa lainnya At, KMC, AS, RFR dan RR dituntut 3 tahun, 6 bulan penjara.

Sedangkan VD (13) terdakwa paling belia mendapat tuntutan paling ringan yakni dimasukkan ke pondok pesantren. VD pelajar SMP ini meski dijerat sebagai tersangka selama proses penyidikan kasusnya tidak dilakukan penahanan.

Perkara pengeroyokan yang melibatkan pelaku anak punk ini dipisah menjadi tiga berkas.

Dua berkas dengan terdakwa yang masih di bawah umur, kemudian satu berkas lain dengan terdakwa yang telah dewasa.

Para terdakwa kasus ini sejak dilimpahkan ke kejaksaan telah menjalani penahanan di Lapas Anak Kota Blitar. Sedangkan terdakwa dewasa ditahan di Lapas Kediri.

Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Peradi Kediri menjelaskan, agenda sidang anak punk memang dipercepat. Setelah tuntutan besuk bakal memasuki pembelaan.

Para terdakwa dikenakan dakwaan pasal 338 KUHP jo 55 ayat 1 KUHP. Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP
351 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara Heri Nurdianto dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri berharap majelis hakim memberikan putusan yang lebih ringan.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help